Kadar Oksigen di Planet Mars Meningkat Drastis, Ini Faktanya

Kadar Oksigen di Planet Mars
Planat Mars. Foto: Istimewa

Kadar oksigen di planet Mars dikabarkan mengalami peningkatan yang cukup drastis. Hal ini diketahui dari robot Curiosity Rover.

Sebagaimana yang diketahui, NASA Curiosity Rover sudah menjelajahi Kawah Gale dan bahkan mendaki kaki Gunung Sharp yang ada di Mars.

Apa yang dilakukan robot Curiosity Rover ini sudah berjalan selama 3 tahun Mars atau setara dengan 6 bulan Bumi. Terkait kenaikan kadar oksigen tersebut, para ilmuwan masih belum mengetahui apa penyebabnya.

Namun bicara soal peningkatan kadar oksigen ini, mungkinkah planet Mars sudah cukup mampu untuk digunakan sebagai tempat tinggal manusia?

Kadar Oksigen di Planet Mars

Selama ini kita tahu bahwa ada sejumlah ilmuwan NASA yang berusaha sebaik mungkin dalam mengungkap misteri kenaikan dan penurunan kandungan metana yang ada di Mars.

Ilmuwan tersebut juga memperhatikan bahwa beberapa fenomena yang tak diketahui bisa menambah dan mengurangi kadar oksigen.

Dengan bantuan robot Curiosity Rover, ilmuwan bisa tahu apa saja kandungan yang ada di atmosfer planet Merah tersebut. Tentu saja kandungannya berbeda dengan atmosfer Bumi.

Atmosfer Bumi memiliki kandungan sekitar 78,09% nitrogen dan 20,95% oksigen, sementara atmosfer Mars mengandung 95% CO2.

Atmosfernya yang tipis ini juga memiliki kandungan 2,6% nitrogen, 1,9% Argon, dan 0,16% oksigen. Meski memiliki kandungan oksigen, namun planet Mars belum mampu mendukung kehidupan.

Meski kadar kandungannya berbeda, namun perubahan tekanan udara yang mengubah atmosfernya sama seperti planet yang kita tinggali ini.

Saat Mars dilanda musim dingin, kandungan CO2 bisa membeku di atas kutub planetnya. Kondisi ini menyebabkan penurunan tekanan udara secara menyeluruh.

Tak mengherankan karena udara disalurkan kembali agar bisa seimbang. Kandungan CO2 pun bisa menguap lagi apabila Mars mengalami musim panas atau musim semi.

Ketika musim panas dan musim semi ini, kadar oksigen di planet Mars langsung melonjak tajam. Bahkan peningkatannya bisa mencapai 30%.

Kenaikan kadar oksigen yang misterius tersebut bertahan sampai musim gugur. Dimana dalam musim ini, oksigen akan kembali turun ke tingkat normalnya. Terkait peningkatan kadar oksigen ini, para ilmuwan masih terus mendalaminya.

Cara Menambah Kadar Oksigen di Planet Mars

Seperti yang diketahui, kandungan oksigen yang ada di atmosfer planet Mars belum cukup mampu untuk mendukung kehidupan manusia. Para ilmuwan Caltech pun menciptakan reaktor canggih untuk mengatasinya.

Sebagaimana laporan yang diterbitkan dalam jurnal Nature Communications, alat reaktor canggih yang digunakan para ilmuwan tersebut mampu mengekstraksi karbon dioksida menjadi oksigen.

Kandungan karbon dioksida sendiri didapatkan dari komet dan melibatkan kertas emas. Penggunaan kertas emas ini bukan tanpa alasan.

Emas adalah elemen lembam yang dipercaya bisa membuat oksigen yang berasal dari reaksi kimia antara karbon dioksida dan emas. Dimana hal tersebut juga mampu berpengaruh terhadap kadar oksigen di planet Mars.

Dengan adanya terobosan ini, gas rumah kaca yang ada di atmosfer Bumi bisa berkurang. Bahkan misi antarplanet masa depan juga bisa berjalan baik.

Namun, alat tersebut juga memiliki kelemahan yang sebaiknya diketahui. Pemanfaatan alat ini dinilai tidak efisien. Reaktor bisa menciptakan satu atau dua molekul oksigen dengan membutuhkan 100 molekul karbon dioksida yang dipercepat. Tak heran jika prosesnya juga lama.

Walau demikian, alat yang digunakan ilmuwan ini tetaplah berkelas dan membanggakan. Agar bisa dimanfaatkan secara lebih baik, diharapkan peneliti mampu meningkatkan sistemnya.

Terlepas dari reaktor tersebut, tahun ini NASA berhasil menemukan atom oksigen di atmosfer Mars, tepatnya mesosfer. Penemuan kadar oksigen di planet Mars ini menjadi momen pertama dalam 40 tahun terakhir.

Seperti yang diketahui, penemuan atom oksigen di atmosfer Mars sebelumnya terjadi di tahun 1970an saat menjalankan misi Viking.

Keberhasilan kali ini didukung dengan instrumen Stratospheric Observatory for Infrared Astronomy (SOFIA) yang diluncurkan dengan ketinggian 13,7 kilometer di atas Bumi.

Dengan adanya penemuan atom oksigen, maka para astronom bisa lebih mudah dalam melakukan identifikasi terhadap pergerakan gas yang keluar dari Mars dulunya.

Tak bisa dipungkiri bahwa kabar mengenai kadar oksigen di planet Mars memang mencuri perhatian dunia. Apalagi Mars selama ini selalu dijadikan sebagai target planet baru untuk hunian manusia. (R10/HR-Online)

Loading...