Selasa, Juli 5, 2022
BerandaBerita PangandaranBalawista Minta Orang Tua Tingkatkan Pengawasan Anak di Pantai Barat Pangandaran

Balawista Minta Orang Tua Tingkatkan Pengawasan Anak di Pantai Barat Pangandaran

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),– Sekjen Balawista Pangandaran, Asep Kusdinar, mengatakan, saat ribuan pengunjung membanjiri Pantai peran orang tua sangat penting dalam pengawasan anak di Pantai Barat Pangandaran.

Intensitas para wisatawan yang berkunjung ke kawasan obyek wisata Pantai Pangandaran jelang pergantian tahun memang terus meningkat.

Seiring dengan hal tersebut, lokasi favorit warga yakni Pantai Barat Pangandaran juga terus dipadati para wisatawan. Mereka umumnya bersantai di pinggir pantai atau berenang.

“Para orang tua mesti lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak, mengingat suasana di obyek wisata sedang banyak pengunjung. Jangan sampai lengah,” kata Asep Kusdinar. Senin (30/12/2019).

Asep mengungkapkan, sampai Senin, 30 Desember 2019 pagi, sudah tercatat sebanyak 50 anak tersesat di Pantai Pangandaran.

“Itu belum termasuk laporan yang masuk barusan. Tambah 1 orang anak lagi yang tersesat dan kita temukan. Sekarang berada di Pos 4. Total sampai pagi ini ada 51 orang anak tersesat,” katanya.

Sementara itu, kawasan obyek wisata pantai Pangandaran jelang pergantian tahun, diprediksi akan mengalami puncaknya pada 31 Desember 2019 mendatang.

Asep mengimbau para wisatawan yang berkunjung ke Pangandaran agar berhati-hati, terutama yang membawa anak kecil. Kata dia, pengawasan anak di Pantai Barat Pangandaran harus ditingkatkan.

“Para orang tua mesti lebih meningkat lagi pengawasannya,” pungkas Asep.

Anak yang Tersesat Rata-rata Berusia 8 Tahun

Sementara Dodo Taryana, Kepala Bidang Balawista Kabupaten Pangandaran, mengatakan, anak yang tersesat di obyek wisata Pantai Pangandaran, rata rata berusia 8 tahun dan berasal dari Bandung.

“Mereka biasanya ditemukan petugas sedang menangis di bibir pantai. Ada juga yang bingung mencari orang tuanya,” katanya.

Dodo Taryana juga menyampaikan anak-anak yang tersesat kebanyakan ditemukan oleh Balawista di pos 3 dan pos 4 pengawas Pantai Pangandaran.

“Kami selalu berusaha mempertemukan anak-anak yang tersesat itu dengan orang tuanya. Dari sekian banyak anak yang tersesat, semuanya sudah dipertemukan kembali dengan orang tuanya masing-masing,” terang Dodo.

Dodo mengimbau agar para wisatawan yang datang ke Pangandaran bersama anak kecil untuk mengawasi anak-anaknya.

“Jangan sampai lepas dari pengawasan atau malah dibiarkan sendirian, apalagi dibiarkan berenang sendirian di pantai. Harus terus dipantau dan didampingi. Mainnya bersama-sama orang tua dan anak,” katanya. (Entang/R7/HR-Online)