Kembali Menggarap Sawah, Petani di Pangandaran Masih Was-was

petani di pangandaran was-was
Sawah di Kabupaten Pangandaran mulai digarap kembali oleh para petani. Foto: Entang/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),– Sejumlah petani di Kabupaten Pangandaran, mengaku masih was-was, walaupun saat ini sudah turun hujan dan tengah menggarap sawah.

Sebelumnya kemarau panjang yang melanda wilayah Pangandaran, membuat sawah kering dan tidak bisa ditanami. Saat ini, hujan sudah kembali turun, para petani pun menggarap sawahnya dan mulai ditanami padi.

“Alhamdulillah, bersyukur saat ini air melimpah karena hujan sudah turun, selain itu irigasi juga sudah ada airnya kiriman dari bendungan Manganti,” ujar Asep, salah seorang petani di Desa Sukamaju, Kecamatan Mangunjaya, Kabupaten Pangandaran, Selasa (21/1/2020).

Saat ini, kata Asep, hampir semua petani di Kecamatan Mangunjaya sudah kembali menggarap sawahnya. “Air sudah ada, hampir semuanya sudah mulai membajak sawah untuk ditanami padi,” katanya.

Sementara itu, di tempat terpisah, Jajat, salah seorang petani di Desa Ciganjeung, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, mengaku masih was-was walaupun saat ini sudah mulai turun hujan dan sawah tengah digarap.

“Kalau musim hujan seperti sekarang was-wasnya takut banjir. Apalagi kalau hujannya terus menerus, kalau hulu sungai penuh dampaknya banjir dan imbasnya itu ratusan sawah bisa terendam,” kata Jajat.

Jajat merupakan petani penggarap sawah di areal pesawahan Blok Liposos, Desa Ciganjeung. Sedikitnya 450 hektar areal pesawahan di Blok Liposos ini sudah digarap kembali oleh para petani.

Kondisi ini berbeda saat beberapa bulan ke belakang dimana Blok Liposos kering karena kemarau. Tanah sawah pun sempat terbelah karena kemarau panjang.

“Meski was-was dan takut kebanjiran, tapi tetap saya mengikuti petani lainnya mengarap sawah di Blok Liposos,” lanjut Jajat.

Jajat menambahkan, fenomena pesawahan kebanjiran dan terendam di Blok Liposos saat musim hujan sudah tidak asing lagi.

“Tapi tetap, walaupun sudah biasa, semoga saja banjir tidak terjadi lagi dan petani bisa menanam padi tanpa terendam air sampai nanti dipanen,” pungkasnya. (Entang/R7/HR-Online)

Loading...