Minggu, Mei 29, 2022
BerandaBerita CiamisKisah di Balik Nikah Massal 4 Pasangan Satu Keluarga di Ciamis, Ternyata...

Kisah di Balik Nikah Massal 4 Pasangan Satu Keluarga di Ciamis, Ternyata Tercetus Saat Bercanda

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Nikah massal 4 pasangan satu keluarga di Ciamis Jawa Barat, yang fotonya sempat viral di media sosial ternyata berawal dari candaan atau bukan diseting untuk membuat kehebohan. Hal itu juga karena kebetulan. Ibu dan tiga putrinya, sama-sama memiliki niat untuk melangsungkan pernikahan setelah masing-masing mendapatkan jodohnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, empat pasangan pengantin yang dimana mempelai wanitanya merupakan satu keluarga melakukan resepsi bersamaan di Lapang Sepakbola Pasirpeti, tepatnya di Dusun Pasirjaya RT 07 RW 01, Desa Andapraja, Kecamatan Rajadesa, Kabupaten Ciamis, pada Selasa (25/02/2020) lalu.

Resepsi nikah massal 4 pasangan satu keluarga ini memang unik dan jarang terjadi. Maka wajar apabila peristiwa ini menjadi heboh dan viral di media sosial. Meski resepsinya bareng, namun akad nikahnya berbeda hari.

Pasangan yang pertama melakukan akad nikah adalah Tita (23) dengan Iman (21) yang berlangsung tanggal 5 Februari. Selang satu hari atau tanggal 6 Februari dilanjut oleh Resi (19) yang menikah dengan Udi (24).

Baca juga: Viral Nikah Massal ‘4 Wanita 1 Keluarga’ di Rajadesa Ciamis, Ini Faktanya

Kemudian pada 9 Februari dilanjut oleh ibunya Eti yang merupakan janda ditinggal meninggal suaminya, menikah dengan Suparman (38). Yang terakhir menikah adalah Tati (25). Dia dinikahi oleh Irfan (35) dan proses akad nikahnya digelar pada tanggal 20 Februari.

Untuk menelisik kisahnya, HR Online mencoba menemui salah satu pengantin tersebut. Dia adalah Tati Suryati (25) yang setelah menikah tinggal bersama suaminya di Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis.

Ide Nikah Massal 4 Pasangan Satu Keluarga

Dalam perbincangan dengan HR Online, Tati mengatakan bahwa setelah menikah dirinya bersama dua adiknya dibawa oleh suaminya masing-masing. “Hanya ibu saja yang masih tinggal di rumah. Sementara dua adik saya ada yang dibawa suaminya ke Rancah dan Banjar,” katanya, Minggu (01/02/2020).

Tati pun mengaku kaget pernikahannya yang berbarengan dengan ibu serta dua adiknya ramai dan menjadi viral di media sosial. Padahal, saat bersepakat untuk nikah massal 4 pasangan satu keluarga ini, tidak berniat untuk membuat kehobohan.

“Memang idenya terlahir saat bercanda. Kebetulan ibu yang ditinggal bapak meninggal, kemudian saya dan adik bernama Tita, sama-sama berencana akan menikah. Kemudian waktu itu ngobrol-ngobrol bareng sekeluarga dan terlontar candaan bagaimana kalau nikahnya bareng-bareng saja,” katanya.

Berawal dari candaan itu, ternyata berlanjut dibahas secara serius. Namun waktu itu terkendala mitos ‘pamili’ kalau menikah tiga pasangan berbarengan.

“Ada mitos di masyarakat kalau 3 pasangan berbarengan menikah tidak baik. Kalau di masyarakat sunda disebutnya ‘pamali’. Waktu itupun sempat terpikir untuk tidak jadi menikah berbarengan karena takut terjadi apa-apa,” ungkapnya.

Namun, kata Tati, adik bungsunya bernama Resi yang juga sudah memiliki calon suami kemudian diajak juga untuk menikah. Ternyata Resi dan calon suaminya sepakat.

“Setelah Resi memutuskan bersedia, kemudian wacana nikah massal 4 pasangan satu keluarga ini dibicarakan secara serius. Semua calon suami juga menyepakati rencana ini. Namun yang berbarengan hanya resepsi saja. Sementara akad nikahnya berbeda hari, namun masih dalam bulan Februari,” terangnya.

Tati juga mengaku tidak menyangka pernikahannya yang berbarengan dengan ibu dan kedua adiknya menjadi heboh dan viral di media sosial. Namun begitu, kata dia, meski menjadi viral, namun banyak masyarakat yang menilai positif.

“Saya tahu bahwa pernikahan kami sekeluarga menjadi heboh di media sosial setelah malamnya atau sesudah beres resepsi. Waktu itu saya akan uplood foto pernikahan di facebook, eh ternyata sudah banyak orang yang membagikan foto pernikahan kami,” ujarnya.

Menurut Tati, dirinya pun sempat mengecek foto-foto pernikahan mereka yang menyebar di media sosial. Namun dia pun bersyukur ternyata tidak ada tanggapan negatif dari masyarakat mengenai resepsi nikah massal 4 pasangan satu keluarga ini. “Alhamdulilah malah banyak orang yang mendoakan. Tentunya saya sekeluarga sangat senang sekali,” pungkasnya. (Fahmi2/R2/HR-Online)

- Advertisment -