Tak Hanya Pedagang, Tukang Cukur di Pasar Ciamis Sepi Konsumen

Tak Hanya Pedagang, Tukang Cukur di Pasar Ciamis Sepi Konsumen
Salah satu tukang cukur di pasar Ciamis Hilman (27), tengah memangkas rambut salah seorang konsumen, Sabtu (21/3/2020). Foto:Jujang/HR

Berita Ciamis (harapanrakyat.com).- Imbas dari virus corona tak hanya dirasakan para pedagang di Pasar Manis Ciamis. Tukang cukur di pasar Ciamis blok E juga merasakan dampaknya.

Salah satu pemangkas rambut Hilman (27), mengaku, beberapa hari ini sepi konsumen. Hal tersebut kata dia tiada lain akibat dampak dari virus corona.

“Imbauan pemerintah kepada masyarakat untuk tidak keluar rumah sangat berdampak bagi warga pasar, kami pemangkas rambut juga mengalami penurunan pendapatan,” ujar Hilman, Sabtu (21/3/2020).

Biasanya dalam satu hari, Hilman bisa mendapat konsumen sebanyak 15 orang. Namun saat ini, hanya sekitar 8 orang saja. “Hampir menurun 50 persen, semoga kondisi ini tidak berlangsung lama, agar masyarakat bisa menjalankan aktivitas seperti biasanya,” katanya.

Lebih lanjut Hilman mengatakan, kondisi sepinya konsumen tukang cukur rambut tak hanya dirasakan para pemangkas rambut di Pasar Ciamis saja. Namun tukang cukur rambut di pasar Kawali dan Panawangan juga sama.

“Mereka juga sama mengeluh sepinya konsumen, tentu dampak dari corona,” ungkapnya.

Lanjutnya, biaya pangkas rambut saat ini untuk dewasa Rp 14.000 dan anak-anak Rp 12.000. Harga tersebut merupakan hasill kesepakatan persatuan pemangkat rambut Ciamis (PPRC). (Jujang/R8/HR Online)