Menjelang Tatanan Normal Baru, PKB Kota Banjar Minta Pemerintah Perhatikan Pondok Pesantren

Menjelang Tatanan Normal Baru
Ketua DPC PKB Kota Banjar, Gun Gun Gunawan Abdul Jawad. Foto: Muhafid/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Menjelang tatanan normal baru atau new normal, Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkita Bangsa (PKB) Kota Banjar meminta agar pemerintah memperhatikan keberlangsungan pendidikan yang ada di pesantren.

Ketua DPC PKB Kota Banjar, Gun Gun Gunawan Abdul Jawad, menjelaskan, permintaan tersebut seiring dengan banyaknya masukan dari para pengasuh pesantren yang ada di Banjar, seperti Ponpes Al Azhar Citangkolo, Al Hilal Langensari, Al Amin Banjar, Fathurrohman Binangun serta lainnya.

“Pesantren-pesantren mengharapkan agar kegiatan pendidikan mulai lagi di bulan Syawal 1441 H ini. Tidak hanya itu, para pengasuh juga mendapatkan masukan dari Wali Santri agar anak mereka masuk ke pesantren lagi,” ujarnya kepada HR Online, Jum’at (29/5/2020).

Gun Gun menambahkan, meski saat ini keadaan masih belum kondusif lantaran masih adanya penerapan PSBB, namun para kiai tidak ingin lembaga pesantren justru menjadi cluster virus corona.

Kembalinya para santri yang saat ini banyak di rumah, kata Gun Gun, dikhawatirkan dapat terpengaruh lingkungan yang kurang baik, media sosial, serta kontrol yang kurang maksimal. Maka dari itu, antisipasi agar hal itu tidak terjadi perlu menjadi perhatian bersama.

“Keberadaan pemerintah harus bisa memberikan intervensi dalam masalah ini, termasuk melakukan langkah-langkah nyata agar pesantren yang memiliki potensi luar biasa itu bisa menjalankan aktivitas sebagaimana mestinya, meski tetap menerapkan protokol kesehatan di tengah pandemi ini,” tuturnya.

Dalam penerapan protokol kesehatan covid-19 di pesantren, sambung Gun Gun, perlu adanya dorongan pemerintah dalam memenuhi kebutuhan sarana dan prasara kesehatan yang ada.

Seperti halnya Pusat Kesehatan Pesantren atau Puskestren, tenaga medis, MCK yang sesuai standar protokol kesehatan, alat penyemprotan disinfektan diharapkan agar bisa dibantu pemerintah.

“Dengan adanya berbagai perlengkapan untuk mengetes kesehatan para santri dan kiai tentu perlu adanya sumbangsih pemerintah dengan melakukan rapid test massal maupun tes swab. Selain itu, selama 14 hari di lingkungan pesantren setelah para santri masuk juga perlu adanya perhatian dalam masalah ketahanan pangan,” ujarnya.

Dari berbagai permintaan tersebut, lanjut Gun Gun, PKB Kota Banjar bertekad terus memperjuangkan aspirasi pesantren agar pemerintah dapat merealisasikannya, terutama menjelang tatanan normal baru ini. (Muhafid/R6/HR-Online)

Loading...