Berita Banjar (harapanrakyat.com).- Wakil Walikota Banjar H. Nana Suryana menegaskan bahwa program bantuan untuk warga terdampak wabah covid-19 tidak akan diberikan melalui paguyuban ataupun komunitas. Baik itu paguyuban becak komunitas ojek, pedagang ataupun komunitas yang lain.
Baca Juga: Pasien Sembuh Corona di Jabar Terus Bertambah, Pemeriksaan PCR Bakal Ditingkatkan
Menurutnya, tidak diberikannya program bantuan jaring pengaman sosial (JPS) melalui komunitas atau paguyuban tersebut karena mereka sudah tercover dalam data penerima bantuan dari desa/kelurahan. “Komunitas itu kan sudah terdata sebagai warga jadi lewatnya ya desa/kelurahan masing-masing. Kalau diberikan secara komunitas justru nanti akan terjadi data ganda dan itu malah tidak tepat sasaran,” ujar Nana usai acara launcing bantuan JPS di halaman Pendopo Kota Banjar, Rabu (6/5/2020).
Selain tidak memberikan bantuan melalui komunitas, pada kesempatan tersebut Nana juga menyampaikan bahwa pemerintah juga akan mengusahakan bantuan untuk para pelaku usaha mikro kecil dan menengah atau pelaku UMKM.
Bantuan itu dimaksudkan untuk membantu memulihkan ekonomi para pelaku usaha setelah terdampak wabah covid-19. Karena bagaimanapun, dampaknya sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan ekonomi dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
“Bantuan itu nanti ada di Dinas KUKMP sebagai stimulan bagi pelaku usaha pasca pandemi. Terkait teknisnya nanti akan dikoordinasikan lebih lanjut biar lebih jelas lagi,” katanya.
Baca Juga: Wagub Jabar Sebut Bansos Covid-19 Bukan untuk Semua Warga
Bantuan Covid-19 Perhatikan Nasib Ojol
Diberitakan sebelumnya, Paguyuban pedagang dan Ketua GI Ojol Kota Banjar, Aras Optian, mengatakan, selaku penyedia jasa layanan transportasi online bersama rekan Ojol tentu akan mengikuti aturan yang sudah ditetapkan selama masa pembatasan sosial bersekala besar atau PSBB berlangsung. Akan tetapi, pemerintah juga harus memperhatikan nasib para driver Ojol. Karena semenjak merebaknya wabah virus corona pendemi ini penghasilan mereka terus menurun drastis hingga 90 persen.
“Kemarin sebagian dari driver Ojol sudah ada yang diberdayakan mengantar program bantuan. Kami berharap rekan-rekan Ojol yang lain juga ikut diperhatikan,” ujarnya.
Baca Juga: Pasien Covid-19 Sembuh, IDI Kota Banjar; Masyarakat Harus Saling Memotivasi dan Jangan Panik
Saat ini, lanjut Aras, ada sekitar 500 driver penyedia jasa transportasi online kendaraan roda dua dan 100 driver kendaraan roda empat yang biasa beroperasi di wilayah Kota Banjar. “Sebagian sudah beralih menjadi Grabfood dan pengantar barang atau express. Intinya kami siap mengikuti aturan selama PSBB tapi pemerintah juga bisa memperhatikan nasib driver Ojol,” pungkasnya. (Muhlisin/R8/HR Online)





