Struktur Penyusun Bumi, Lengkap dengan Karakteristik dan Materialnya

Struktur Penyusun Bumi
Struktur Penyusun Bumi. Foto Istimewa

Struktur penyusun Bumi terdiri dari beberapa lapisan. Pergerakannya pun dapat terasa, misalnya pada saat terjadi gempa. Seperti yang telah menjadi pengetahuan kita selama ini, jika sampai saat ini baru terdapat satu planet dalam tata surya yang menjadi tempat tinggal makhluk hidup.

Baca Juga: Akibat dari Revolusi Bumi Terhadap Berbagai Fenomena yang Terlihat

Planet tersebut adalah Bumi. Jadi, berikut adalah pembahasan mengenai beberapa lapisan Bumi yang saling melindungi mulai dari lapisan terluar hingga paling dalam.

Struktur Penyusun Bumi

Bumi adalah planet yang tersusun dari beberapa lapisan yang saling melindungi. Mulai dari lapisan paling luar dan juga paling dalam.

Mengutip dari Wikipedia, dapat mengetahui bagian dari dalam Bumi dengan cara mempelajari sifat-sifat fisika dari Bumi itu sendiri, yakni dengan menggunakan metode geofisika dari kecepatan rambatan getaran seismik.

Kemudian dari struktur penyusun Bumi berdasarkan metode ini juga dapat mengetahui sifat tersebut dari gaya berat dan panas Bumi. Lalu juga dapat mempelajari tentang sifat kemagnetannya.

Dari data yang ada tersebut, kita dapat mengetahui tentang bagian dalam Bumi tersusun atas material yang berbeda-beda, yaitu mulai dari permukaan hingga ke inti bagian dalam. Dari metode geofisika tersebut juga membuat kita mengerti tentang berat jenis Bumi secara keseluruhan adalah 5,52.

Baca Juga: Fakta Asteroid 2020 QG Melintasi Bumi Tapi Tak Terdeteksi

Secara umum, Bumi tersusun atas beberapa lapisan, mulai paling atas adalah litosfer atau crust. Lalu lapisan yang berada bagian bawahnya adalah astenosfer atau mantel, serta paling bawah adalah inti bumi. Sedangkan, bagian inti terdiri dari dua bagian yaitu inti dalam dan inti luar.

Litosfer atau Kerak Bumi

Struktur penyusun Bumi bagian paling luar adalah litosfer atau kerak. Lapisan yang disebut dengan kerak atau litosfer ini memiliki kandungan atau susunan dari beberapa unsur kimia. Seperti silikon, oksigen, besi, natrium, kalsium, kalium, dan juga magnesium.

Bagian kerak Bumi ini terdiri atas kerak benua yang merupakan daratan dan juga kerak samudera yang berupa dasar laut. Kerak benua ini mempunyai ketebalan mulai dari 30 hingga 70 kilometer.

Sementara itu, kerak samudera memiliki ketebalan mencapai 6-11 kilometer. Pada litosfer terdapat proses endogen. Proses endogen ini merupakan proses akibat energi dalam Bumi yang menyebabkan permukaannya tidak rata.

Kemudian, dari proses endogen inilah yang menyebabkan terjadinya bukit dan juga pegunungan. Sementara itu, proses ini terbagi dalam tiga jenis, yakni vulkanisme, tektonisme, dan juga seisme. Vulkanisme adalah proses keluarnya magma dari perut Bumi menuju ke permukaan.

Sedangkan tektonisme merupakan akibat dari gerakan lapisan Bumi yang horizontal ataupun vertikal. Pergerakan tersebut dapat terjadi patah atau retak. Struktur penyusun Bumi yang berada pada permukaan ini sangat berpengaruh dalam pembentukan lapisan Bumi bagian luar.

Kemudian seisme adalah getaran yang ada pada permukaan Bumi yang berasal dari lempeng tektonik atau aktivitas vulkanik dalam perut Bumi.

Astenosfer atau Mantel Bumi

Lapisan yang selanjutnya pada bagian bawah dari litosfer adalah astenosfer atau mantel. Mantel Bumi merupakan lapisan paling tebal, yakni mencapai ketebalan sekitar 2.900 kilometer. Lapisan ini memiliki kegunaan sebagai lapisan pelindung inti Bumi.

Berdasarkan pada lapisan penyusunnya, astenosfer adalah terdiri dari dua kategori, yakni mantel luar dan mantel dalam. Mantel dalam memiliki ketebalan yang lebih jika dibandingkan dengan mantel luar.

Struktur penyusun Bumi bagian luar ini berada pada 10-300 kilometer dari permukaan Bumi. Suhu yang terdapat pada astenosfer bagian luar ini mencapai 1400-3000 derajat Kelvin. Lapisan ini tersusun dari logam yang sudah mengeras.

Kemudian astenosfer bagian dalam berada pada jarak 300-2890 kilometer dari permukaan Bumi. Temperaturnya mencapai 3000 derajat Kelvin. Material yang menyusunnya berupa logam yang cair.

Inti Bumi

Inti Bumi adalah lapisan paling dalam dari Bumi. Lapisan ini terbagi dalam dua jenis, yakni inti dalam dan inti luar. Pada lapisan inti bagian luar berada pada kedalaman 2890 sampai 5150 kilometer dari permukaan Bumi.

Penyusun dari lapisan ini adalah nikel dan juga besi. Temperatur mencapai 4000 sampai 5000 derajat Kelvin. Sedangkan, lapisan inti bagian dalam adalah lapisan paling panas dari Bumi.

Suhunya mencapai 5.500 derajat Kelvin. Lapisan ini berada pada jarak 5.150 sampai 6370 kilometer. Struktur penyusun Bumi ini mempunyai material besi dan nikel. Kemudian juga terdapat beberapa jumlah kecil dari belerang, oksigen, karbon, silikon, dan juga kalium. (R10/HR-Online)