Pengertian Jaringan Adiposa, Fungsi, dan Klasifikasinya

Pengertian Jaringan Adiposa, Fungsi, dan Klasifikasinya
Ilustrasi. pengertian Jaringan Adiposa. Foto Istimewa.

Pengertian jaringan adiposa adalah jaringan yang berasal dari mesenkim atau sejenis jaringan ikat. Jaringan ini tersusun dari asosiasi sel yang menumpuk pada lipid dalam sitoplasma. Memiliki fungsi sebagai peredam kejut, melindungi dan menjaga organ dalam, serta menghasilkan lemak untuk tubuh.

Sel ini merupakan struktur utama dalam tubuh yang bisa menyimpan lemak. Jaringan yang terdapat pada endapan bernama depot seluruh tubuh. Sel ini memiliki dua jenis, yaitu sel berwarna putih dan coklat.

Jaringan ini terletak pada otot dan sekitar organ internal, terutama pada rongga perut. Energi yang tersimpan berguna sebagai sumber bahan bakar tubuh setelah karbohidrat habis. Selain itu, juga menghasilkan hormon endokrin yang bisa mengatur aktivitas sel.

Pengertian Jaringan Adiposa

Merupakan jaringan ikat longgar yang bisa mengisi ruang pada organ dan jaringan. Adiposa memberikan dukungan, baik secara struktural maupun metabolik. Hal ini merupakan salah satu bagian dari perekat nutrisi.

Pengertian jaringan adiposa ini adalah anatomi yang tersusun atas sel pada bagian sitoplasma memiliki lemak tinggi. Semua mamalia memiliki sel coklat dan putih. Sel lemak putih mengandung lipid yang mengisi bagian tengah sel yang juga tertanam oleh serat kolagen.

Sedangkan sel coklat memiliki ukuran yang lebih kecil. Sel ini memperoleh warna dari konsentrasi tinggi mitokondria yang berguna untuk produksi energi dan vaskularisasi jaringan. Pembakaran lipid lemak coklat akan memberikan tingkat energi sebagai panas pada hewan yang berhibernasi.

Baca Juga: Pengertian Senyawa Hidrokarbon dan Fungsinya dalam Kehidupan

Letak Jaringan Lemak

Bawah kulit dan antara lemak adalah letak dari jaringan lemak. Tidak hanya tempat itu saja, jaringan lemak terletak pada payudara dan dalam sumsum tulang belakang tubuh manusia. Tetapi pada tubuh wanita, jaringan ini banyak terdapat pada bagian pantat dan payudara.

Berdasarkan pengertian jaringan adiposa, hal ini menandakan bahwa dalam tubuh wanita menyimpan lemak yang berlebih. Tubuh akan merasa berlemak dan jaringan lemak ini memiliki jumlah yang banyak. Ada banyak hormon yang tercipta, antara lain TNF Alpha, II-6, dan leptin.

Klasifikasi

Jaringan lemak terbagi atas dua klasifikasi, yaitu:

Jaringan Lemak Unilokuler Kuning/Umum

Klasifikasi jaringan ini memiliki warna yang campur antara putih dan kuning. Warna ini berkaitan dengan konsentrasi karoten yang larut dalam tetesan sel yang ada. Sel jaringan unilokuler ini berciri bulat dan besar.

Sel ini berukuran antara 50 µm dan 150 µm serta memiliki setetes lemak. Pembentukannya setelah adanya peleburan banyak tetesan yang menempati sebagian besar sitoplasma sel berkembang. Akumulasi jaringan lemak unilokuler pada bagian tertentu tubuh sangat berhubungan dengan pola makan dan usia masing-masing.

Pada sel dewasa hampir semua jaringan lemak berjenis unilokuler. Pada bayi yang baru lahir, terdapat pada bagian bawah kulit dan lama-kelamaan akan menghilang. Itulah yang membuat jaringan lemak menumpuk pada bagian lain dengan hormon pengaturnya.

Sesuai pengertian jaringan adiposa, kuning ini memiliki fungsi sebagai cadangan energi dan sekresi zat. Misalnya, leptin berfungsi sebagai pengaturan asupan makanan dan penumpukan jaringan lemak pada tubuh.

Angioten berfungsi sebagai pengontrol tensi atau tekanan darah. Jaringan lemak juga bisa menghasilkan aromtasi yang berhubungan dengan hormon seksual. Mengandung lipoprotein beserta apolipoprotein E dan keduanya berperan dalam metabolisme lemak.

Baca Juga: Fungsi Stomata Daun yang Utama dan Penting untuk Diketahui

Jaringan Lemak Multilokuler atau Coklat

Akibat adanya mitokondria yang besar menyebabkan adanya warna coklat. Sel ini lebih kecil daripada jaringan unilokular. Memiliki bentuk poligonal dan banyak tetesan lemak dalam sitoplasma.

Berbeda dengan jaringan unilokuler, jaringan ini memiliki jumlah yang berkurang pada orang dewasa. Biasanya banyak terdapat pada leher, ginjal, dan sekitarnya. Berkebalikan dengan jaringan multilokuler yang terdapat pada janin dan bayi baru lahir dengan jumlah yang banyak.

Fungsi

Setelah mengetahui pengertian jaringan adiposa, kini harus mengetahui fungsinya. Jaringan lemak ini akan membentuk hormon dan pelindung dalam organ dalam. Mampu menyimpan energi dalam tubuh manusia dalam bentuk lemak.

Jaringan lemak juga berfungsi sebagai pelepas atau mengeluarkan energi dalam tubuh. Sebagai jaringan yang mampu mengoksidasi asam lemak dan glukosa, hal ini berguna untuk mempertahankan thermogenesis atau panas tubuh.

Adapun sistem dari menjaga panas tubuh dengan adanya pengaruh oleh sistem saraf dan hormon dalam tubuh. Nantinya akan memberikan respon dalam tubuh berupa situasi stres atau keadaan yang darurat.

Itulah pengertian jaringan adiposa dan klasifikasinya. Ternyata jaringan ini sangat berfungsi dalam sistem organ tubuh. (R10/HR Online)

Editor: Jujang

Aegis Boost Pro