Sungai Citapen Meluap, 2 Rumah Warga Banjar Terendam Banjir

Sungai Citapen Meluap, 2 Rumah Warga Banjar Terendam Banjir
Rumah salah seorang warga di lingkungan Siluman Baru yang terendam banjir luapan air sungai Citapen. Foto: Muhlisin

Berita Banjar (harapanrakyat.com).- Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Banjar, Jawa Barat, pada Selasa (12/1/21) sore, menyebabkan sungai Citapen yang berada di wilayah RT 32 RW 18 lingkungan Siluman Baru, Kelurahan Purwaharja meluap hingga ke pemukiman warga, Rabu (13/1/21).

Imbasnya 2 rumah warga, 1 rumah pemotongan hewan dan belasan hektare area persawahan yang ada di lingkungan tersebut terendam banjir dengan ketinggian mencapai 10 centimeter.

Menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjar, Kusnadi, dari informasi yang ia terima peristiwa meluapnya air sungai Citapen tersebut terjadi pada pagi hari sekitar pukul 05:00 Wib.

“Tadi kami bersama anggota dan pihak Kelurahan sudah melakukan peninjauan langsung ke lokasi. Untuk kejadiannya itu pagi hari airnya mulai meluap,” ujar Kusnadi kepada HR Online, Rabu (13/1/2021).

Baca Juga: Diguyur Hujan Deras, Satu Rumah di Kota Banjar Ambruk

Penyebab Sungai Citapen Banjar Meluap

Dari hasil peninjauan itu, lanjutnya, pihaknya menduga penyebab meluapnya aliran sungai Citapen hingga ke permukiman warga tersebut karena pintu klep pengatur saluran pembuangan air dari aliran sungai Citapen menuju sungai Citanduy tertutup.

Tertutupnya pintu klep aliran sungai Citapen tersebut karena kondisi debit air sungai Citanduy saat ini cukup tinggi atau sedang naik akibat intensitas curah hujan yang turun di wilayah hulu Sungai Citanduy sangat deras.

Dampaknya, air dari sungai Citapen yang seharusnya mengalir ke Sungai Citanduy menjadi terhambat karena terhalang debit air yang mengalir dari wilayah hulu sungai Citanduy itu.

“Karena debit air sungai Citanduy naik otomatis pintu klep menutup dan sungai Citapen yang posisinya lebih rendah tidak bisa mengalir. Makannya airnya meluap,” jelas Kusnadi.

Akibat meluapnya sungai Citapen ini, Kata Kusnadi, 2 rumah warga di lingkungan Siluman baru, 1 rumah pemotongan hewan di Desa Mekarharja dan belasan hektare area persawahan di lingkungan setempat ikut tergenang air hingga ketinggian mencapai 10 centimeter.

Pihaknya mewanti-wanti kepada warga masyarakat terlebih lagi mereka yang berada di wilayah potensi bencana seperti di wilayah bantaran sungai agar tetap waspada dan selalu siaga.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak Kelurahan mengantisipasi jika terjadi banjir luapan lagi. Sekarang juga kami masih siaga melakukan pemantauan,” katanya.

Sementara itu, Camat Kecamatan Purwaharja, Jaenal Arifin, mengatakan, untuk kondisi banjir sampai sore hari ini sudah mulai surut dan normal.

“Tadi siang kami sudah melakukan pemantauan dan kondisi air sudah mulai surut. Semoga cepat normal lagi,” singkatnya. (Muhlisin/R8/HR Online)

Editor: Jujang

Aegis Boost Pro