Rabu, Desember 1, 2021
BerandaBerita PangandaranCukup di Rumah, OTG di Pangandaran Tidak Lagi Isolasi di Sekolah

Cukup di Rumah, OTG di Pangandaran Tidak Lagi Isolasi di Sekolah

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Sebelumnya Pemerintah Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, memberlakukan isolasi bagi OTG (Orang Tanpa Gejala) Covid-19 di sekolah. Namun kini OTG di Pangandaran cukup isolasi mandiri di rumahnya masing-masing.

Kebijakan tersebut dikeluarkan Pemkab Pangandaran seiring berlakunya PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) skala mikro.

Kusdiana Plh Bupati Pangandaran mengatakan, dulu sekolah di tiap desa dijadikan tempat isolasi mandiri bagi warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 namun tanpa gejala atau OTG. 

“PPKM skala mikro lingkupnya hingga RT, maka ada pembatalan rencana isolasi OTG di bangunan sekolah,” kata Kusdiana, Selasa (23/2/2021).

Bangunan sekolah tidak lagi menjadi tempat isolasi bagi para OTG di Pangandaran. Hal ini lantaran tidak sejalan dengan kebijakan PPKM skala mikro.

“Kalau isolasi di sekolah itu untuk lingkup satu desa. Sementara dalam PPKM skala mikro cakupan wilayahnya lebih kecil, skala RT dan RW,” sambungnya.

Karena hal itu, lanjut Kusdiana, rencana untuk kembali menjadikan bangunan sekolah sebagai tempat isolasi tidak dilanjutkan.

“Kami ubah sistemnya, OTG isolasi mandiri tetap di rumahnya masing-masing,” terangnya.

Meskipun begitu, Kusdiana menegaskan, pengawasan harus lebih ketat dilakukan oleh Satgas di tingkat RT/RW sampai Desa.

“Dijaga, jangan sampai OTG yang menjalani isolasi mandiri malah keluyuran. Harus disiplin,” tegasnya.

Satgas tingkat Desa setidaknya terdiri dari enam orang, yakni Babinsa, Bhabinkamtibmas, unsur Kecamatan, unsur Desa, unsur Kesehatan, dan MUI. (Ceng2/R7/HR-Online)

Editor: Ndu

- Advertisment -