Pergerakan Tanah di Tasikmalaya Makin Parah, Sekolah Ambruk 7 Rumah Rusak

Pergerakan Tanah di Tasikmalaya Makin Parah, Sekolah Ambruk 7 Rumah Rusak
Bencana pergerakan tanah membuat bangunan SDN Babakan Jeruk, Desa Singajaya, Kecamatan Cibalong ambruk dan rata dengan tanah Selasa (9/2/2021). Foto:Apip/HR

Berita Tasikmalaya (harapanrakyat.com),- Bencana pergerakan tanah di Kabupaten Tasikmalaya, tepatnya di Dusun Babakan Jeruk, Desa Singajaya, Kecamatan Cibalong, semakin parah.

Awalnya, pergerakan tanah itu hanya membuat retak dinding SDN Babakan Jeruk, pada Minggu (7/2/2021).

Namun kini, bangunan sekolah tersebut ambruk dan rata dengan tanah Selasa (9/2/2021).

Tak hanya bangunan sekolah, 7 rumah warga sekitar juga mengalami kerusakan.

Bangunan sekolah yang ambruk adalah ruangan perpustakaan.

Selain merusak sekolah dan rumah, akibat pergerakan tanah tersebut, akses jalan kabupaten penghubung kecamatan Cibalong menuju Parung Ponteng Tasikmalaya mengalami retak yang sangat parah.

Akibatnya, jalur tersebut tidak bisa dilalui kendaraan roda empat.

Meski berdampak, bencana pergerakan tanah di Tasikmalaya tidak menimbulkan korban jiwa.

“Hanya penghuni 7 rumah yang rusak mengungsi ke rumah tetangganya,” ujar Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya Nuraedidin.

Baca Juga: Pergerakan Tanah di Tasikmalaya, 1 Bangunan SD Rusak Parah

Ia membenarkan, ruangan sekolah yang ambruk adalah perpustakaan.

Sementara dari 7 rumah yang rusak akibat pergerakan tanah, 4 rumah di antaranya rusak parah dan 3 rumah rusak sedang.

“Kita langsung mengevakuasi penduduk khususnya penghuni rumah yang terdampak, total yang mebgungsi 30 jiwa,” ucapnya.

Pihaknya saat ini menunggu hasil kajian dari tim geologi.

“Kita tunggu hasil kajiannya, apakah rumah warga mesti direlokasi atau tidak, nanti kita koordinasikan dengan pemerintah setempat,” katanya.

Sementara untuk bangunan sekolah harus pindah karena sangat berbahaya.

Hingga saat ini, belum ada laporan berapa kerugian yang diakibatkan pergerakan tanah di Tasikmalaya tersebut. (Apip/R8/HR Online)

Editor: Jujang