Jelang Ramdhan, Pedagang Abon Sapi di Ciamis Kebanjiran Pesanan

abon sapi
Pedagang abon sapi di pasar manis Ciamis. Foto: Fery/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Menjelang bulan suci ramadhan, pedagang abon sapi di Ciamis saat ini kebanjiran pesanan. Mereka tidak hanya mendapatkan order dari Ciamis saja, namun hingga luar daerah, bahkan sampai Bali.

Salah satu pedagang abon di Pasar Manis Ciamis Blok C, H. Andi Affandi mengatakan, menjelang bulan puasa permintaan abon meningkat dua kali lipat dari hari-hari biasanya.

“Alhamdulilah, saya setiap harinya bisa jual 10 kilogram abon . Kalau hari-hari biasa paling hanya 3 sampai 5 kilogram saja yang terjual,” katanya, Rabu (7/4/2021).

Andi yang merupakan putra dari Hj. Ombah atau pedagang abon sapi Ciamis sejak tahun 1967 ini biasa menjual abon dengan harga Rp 300 ribu per kilogramnya untuk rasa original.

“Sedangkan untuk abon yang sudah dicampur dengan bawang goreng itu harganya Rp 280 ribu per kilogramnya,” ucapnya.

Selain menjual abon, Andi juga menjual dengdeng sapi serta dagingnya. Namun, yang saat ini sedang banyak pesanan yaitu abon dan dendeng.

“Kalau dengdeng harganya Rp 280 ribu per kilogramnya. Sedangkan untuk daging sapi sendiri saat ini Rp 120 ribu per kilogramnya,” terangnya.

baca juga: Jelang Ramadan, DKUKMP Ciamis Sidak Pasar Cek Harga Sembako

Dalam proses penjualan abon dan dengdeng, selain menjajakan di pasar Ciamis, Andi juga memasarkan produknya di marketplace serta mempromosikannya di sosial media.

“Kebanyakan yang beli itu tahunya dari online, jadi pada jauh ada yang di Jabotabek, bahkan ada juga dari Bali dan Batam,” kata Andi.

Andi menambahkan, biasanya permintaan akan abon dan dengdeng ini akan terus bertambah selama bulan suci ramadhan sampai nanti lebaran.

Kemudian, lanjut dia, pengerjaan pembuatan abon dan dengdeng ini semuanya dadakan kalau ada pesanan. Jadi, jika ingin membeli harus pesan dahulu.

Pedagang abon sapi ini mengaku buatannya masih memakai resep turun temurun sejak tahun 1967 dan tidak ada penambahan dan pengurangan bahan baku abon, semuanya tetap sama seperti dulu.

Hal tersebut, sebagai upaya agar tetap mempertahankan rasanya yang gurih dan enak. Pasalnya, abon sapi Hj. Ombah ini sudah terkenal sejak dulu.

“Kami tetap mempertahankan tradisi agar rasa tetap sama seperti dulu. Karena jika diganti resepnya, konsumen pasti akan menolak dan tentu akan merugikan kami,” pungkasnya. (Fery/R6/HR-Online)

Editor: Muhafid