Fakta ACO S 295, Gugus Besar Galaksi Hubble Spots

Fakta ACO S 295, Gugus Besar Galaksi Hubble Spots
Ilustrasi Fakta ACO S 295. Foto: Ist/Net

Fakta ACO S 295 telah membidik objek yang sangat indah. Kemudian tim Hubble tersebut telah merilis tentang sebuah gugus galaksi masif yang letaknya sekitar 3,5 miliar tahun cahaya. Hal itu setelah mendapat konstelasi kecil selatan Horologium. 

Fakta ACO S 295 Mengenai Gugus Besar Galaksi Hubble Spots

Gugus galaksi berisi ribuan galaksi dari segala umur, bentuk dan ukuran. Pada umumnya mereka mempunyai massa sekitar satu juta miliar kali dari massa Matahari. Kemudian gugus galaksi tersebut telah diyakini sebagai struktur terbesar di alam semesta ini.

Hingga pada akhirnya tahun 1980 an mereka mengalami perebutan oleh penemuan superclusters. Akan tetapi, cluster mempunyai satu hal untuk menjadi pegangan, yakni superkluster tidak menyatu dengan gravitasi. Sehingga gugus galaksi masih mempertahankan gelar struktur terbesar di alam semesta ini yang terikat oleh gravitasi. 

Melansir sci-news.com, saat cahaya melewati salah satu objek seperti gugus galaksi masif, maka jalur akan sedikit berubah. Lalu menurut peneliti Albert Einstein dalam teori relativitas umum, menyatakan jika benda masif akan merusak struktur ruang itu sendiri.

Hal tersebut lebih dikenal sebagai pelensaan gravitasi pada Fakta ACO S 295. Jadi, efek ini hanya akan terlihat dalam kasus yang jarang terjadi. Kemungkinan hanya teleskop terbaik yang dapat mengamati fenomena luar biasa ini. 

Baca Juga: Fakta Galaksi Tertua yang Ditemukan Para Peneliti di Jagat Raya

Cluster ACO S 295

Astronom Hubble telah mengatakan jika cluster mendominasi pusat gambar baru. Baik itu secara visual maupun fisik. Kemudian massa besar dari gugus galaksi secara gravitasi lensa galaksi latar belakang, mendistorsi dan menodai pada bentuknya. 

Untuk mempelajari galaksi yang jauh, telah ada kaca pembesar. Selain itu, dukungan lensa gravitasi telah secara halus membingkai pusat gambar. Sehingga dapat menghasilkan pemandangan secara visual yang mencolok.

Gambar galaksi berisi tentang bentuk dan ukuran. Misalnya saja mengenai spiral megah hingga elips kabur. 

Selain menampilkan ukuran, galaksi juga menawarkan berbagai orientasi. Seperti pada galaksi spiral yang terdapat di tengah gambar terlihat hampir menghadap ke atas. Kemudian beberapa galaksi spiral tepi hanya terlihat sebagai serpihan cahaya yang tipis. 

Teleskop luar angkasa Hubble NASA atau ESA telah menunjukkan gugus galaksi besar fakta ACO S 295. Gambar terdiri dari pengamatan instrumen Wide Field Camera 3 (WFC3) dan Advanced Camera for Surveys (ACS) Hubble di inframerah. Kemudian pada area optik spektrum juga telah mendapat pengamatan. 

Untuk mengambil sampel gambar menggunakan tujuh filter. Sehingga dapat menangkap berbagai panjang gelombang. Lalu hasil warna dalam menetapkannya berbeda. 

Untuk setiap gambar monokromatik yang terkait dengan satu filter saja. Cluster galaksi telah mendominasi pusat gambar baru tersebut.

Gambar Hubble menampilkan fakta ACO S 295 serta kerumunan dari galaksi latar dan binatang latar depan yang berdesak-desakan. Galaksi dengan semua bentuk dan ukuran menawarkan kebun binatang galaksi berbagai orientasi. Kemudian terlihat pada tengah gambar, galaksi spiral dan galaksi spiral tepi.

Baca Juga: Penemuan Black Hole Terkecil di Galaksi, Lihat Faktanya

Pelensaan Gravitasi

Teleskop luar angkasa milik NASA dari gugus galaksi mempunyai keindahan yang menakjubkan. Selain itu menggambarkan fisika luar biasa yang bekerja di dalamnya. Kemudian secara spektakuler gambar mendemonstrasikan konsep pelensaan gravitasi. 

Diantara titik-titik kecil dan spiral merupakan galaksi milik cluster. Mereka mempunyai beberapa bentuk yang berbeda. Kemudian fenomena ini biasa disebut sebagai pelensaan gravitasi. 

Fakta  ACO S 295 pelensaan gravitasi terjadi saat massa benda menyebabkan cahaya melengkung. Namun, crescent dan bentuk cahaya bukanlah galaksi melengkung. Tetapi merupakan cahaya dari galaksi yang sebenarnya. 

Gugus galaksi mempunyai massa yang sangat besar. Dengan demikian memiliki fungsi sebagai lensa gravitasi. Selanjutnya dapat menyebabkan cahaya dari galaksi yang lebih jauh membungkuk di sekitarnya. 

Distorsi ini bisa muncul dalam berbagai bentuk. Misalnya saja seperti garis panjang atau busur. Bukti visual berupa massa yang menyebabkan cahaya membengkok. 

Hal tersebut telah menjadi salah satu bukti teori ilmiah yang paling terkenal, yakni fakta ACO S 295 mengenai teori relativitas umum Einstein. Tim Hubble telah mengambil bidikan gambar yang luar biasa dari beberapa galaksi besar yang terletak pada miliaran tahun cahaya dikonstelasi kecil Horologium selatan. (R10/HR Online)

Editor: Jujang