Penemuan Black Hole Terkecil di Galaksi, Lihat Faktanya

Penemuan Black Hole
Ilustrasi Black Hole. Foto: Istimewa

Penemuan black hole baru diungkapkan para peneliti belum lama ini. Uniknya, lubang hitam di galaksi tersebut berukuran sangat kecil.

Diketahui bahwa black hole yang ditemukan hanya berukuran 3,3 kali lebih besar dari massa matahari. Dengan alasan tersebut, lubang hitam ini dinilai sebagai black hole terkecil yang pernah ada.

Seorang profesor astronomi yang bernama Todd Thompson mengungkapkan bahwa penemuan tersebut menunjukkan bahwa ada populasi lain di luar angkasa.

Dimana populasi tersebut belum benar-benar diselidiki pihaknya dalam upaya penemuan black hole. Hal ini sedang didalami oleh ahlinya.

Mengenai penemuan lubang hitam yang ukurannya kecil tersebut, dulunya sebenarnya pernah diprediksi oleh para peneliti.

Para peneliti dulunya pernah memperkirakan akan ada fenomena antariksa lubang hitam yang ukurannya 5-15 kali lebih besar daripada massa matahari.

Penemuan Black Hole

Sesuai data dari Eksperimen Percobaan Galactic Observatory Apache Point, para astronom menemukan spektrum cahaya yang berasal dari sekitar 100 ribu bintang yang ada di galaksi Bima Sakti.

Dari percobaan ini, para astronom juga menemukan black hole yang massanya rendah karena hanya berukuran 3,3 kali massa matahari.

Menurut Thompson, eksperimen yang dilakukan para peneliti menjadi metode baru dalam upaya penemuan black hole.

Tak hanya itu, eksperimen ini juga bisa memudahkan peneliti dalam mengidentifikasi salah satu dari yang pertama dalam segmen baru lubang hitam.

Dimana black hole tersebut memiliki massa rendah yang dulunya belum pernah dimiliki para astronom. Tak heran jika hal tersebut menarik untuk dipelajari.

Thompson juga mengatakan bahwa apabila populasi baru black hole bisa terungkap, maka akan ada banyak info mengenai bintang mana yang meledak.

Selain itu, para astronom juga bisa mengetahui elemen mana yang tak berkontribusi dalam pembentukan black hole dan bagian mana yang menciptakan bintang neutron.

Perlu untuk diketahui, pada tahun 2017, para ilmuwan berhasil melihat penampakan dua lubang hitam yang bergabung menjadi satu di galaksi 1,8 miliar tahun cahaya.

Pengamatan ini dilakukan dengan memanfaatkan Laser Interferometer Gravitational-Wave Observatory. Dari pengamatan yang dilakukan, para ilmuwan bisa mengetahui ukurannya.

Penemuan black hole yang pertama diketahui memiliki ukuran 31 kali massa matahari, sementara black hole lainnya berukuran 25 kali massa.

Dengan melihat pengamatan yang dilakukan, para peneliti menduga bahwa suatu tempat antara bintang neutron berukuran besar dan black hole terkecil terdapat lubang hitam.

Sebagaimana yang dijelaskan oleh Thompson, manusia berusaha untuk memahami ledakan supernova. Disamping itu, manusia juga mempelajari bagaimana ledakan berbagai bintang hitam supermasif.

Tak berhenti di situ saja, Thompson juga mengungkapkan unsur-unsur yang tercipta di dalam bintang-bintang supermasif tersebut juga tak luput dari penelitian.

Fakta Black Hole

Ada banyak fakta menarik tentang black hole yang tak boleh anda lewatkan. Adapun salah satunya yaitu lubang hitam mampu mengeluarkan angin luar angkasa dengan hembusan yang sangat kuat.

Pada tahun 2016, ahli astrofisika di Universitas York Inggris berhasil mengidentifikasi angin quasar yang memiliki perputaran yang sangat cepat di sekitar black hole supermasif bernama PDS 456.

Diketahui bahwa kecepatan angin tersebut lebih dari 200 juta km per jam atau bisa dibilang setara dengan kekuatan badai dalam kategori 77.

Selain menciptakan angin yang kencang, black hole juga bisa mengeluarkan debu bintang. Hal ini sebagaimana yang diamati oleh para astronom pada tahun 2011.

Fakta menarik lainnya terkait penemuan black hole yaitu ukurannya yang bervariasi. Ukuran black hole dipengaruhi oleh sumbernya.

Galaksi Bima Sakti yang dihuni planet Bumi kita ini sendiri mempunyai lubang hitam tepat di pusatnya. Black hole ini terus mengumpulkan gas dan debu yang ada di sekitarnya.

Dikarenakan pusat galaksi memiliki bahan dalam jumlah yang melimpah, maka ukuran black hole pun bisa tumbuh menjadi sangat besar.

Selain itu, sebenarnya lubang hitam tak menghisap benda sebagaimana yang selama ini digambarkan dalam media populer.

Black hole adalah titik dengan tingkat kepadatan yang tinggi di ruang angkasa yang mengakibatkan tenggelam ke gravitasi terdalam.

Objek luar angkasa apapun itu akan jatuh ke tarikan gravitasi yang kuat saat berada di dekat lubang hitam, tak terkecuali planet atau bintang.

Penemuan black hole terkecil di galaksi ini pun menjadi fakta baru dalam catatan sejarah yang menarik untuk diketahui. (R10/HR-Online)