Sabtu, Oktober 23, 2021
BerandaBerita TerbaruGunung Berapi di Mars, Olympus Mons Terbesar di Tata Surya

Gunung Berapi di Mars, Olympus Mons Terbesar di Tata Surya

Gunung berapi di Mars mempunyai massa bentuk lahan yang luar biasa. Terletak di belahan barat Mars dan tidak ada bandingannya dalam hal massa dan tinggi. Kemudian Elon Musk menjalankan tur ke Olympus Mons, gunung berapi terbesar di tata surya kita.

Mengenal Olympus Mons, Gunung Berapi di Mars

Gunung ini mempunyai tinggi sekitar 25 km atau dua setengah kali tinggi Gunung Everest. Kemudian kaldera puncaknya mempunyai kedalaman sekitar 3 km dan lebar 80 menurut laporan NASA. Gunung berapi ini lebar dan dangkal karena aliran lava sangat cair dan berturut-turut.

Gunung ini membentang luas di area seluas negara bagian Arizona di Amerika Serikat. Kemudian dikelilingi olah jurang setinggi 6 km. Volume dari gunung ini sekitar 100 kali lebih besar dari volume Mauna Loa, yakni gunung berapi terbesar di dunia. 

Tidak ada penjelajah NASA yang mendekati gunung berapi di Mars. Namun, wilayah ini telah dipetakan dari orbit Mars secara ekstensif. Pesawat luar angkasa Mars Express milik Badan Antariksa Eropa telah mengitari tonjolan vulkanik ini. 

Penerbangan pada ketinggian 275 hingga 330 km diatas vulkanik Tharsis. Kemudian goyangan kecil terjadi di lintasan Mars Ekspress karena massa besar gunung. 

Data dari pesawat luar angkasa Mars Global Surveyor membantu merevolusi pemahaman tentang planet tersebut. Kemudian peta topografi global bermanfaat untuk mengukur tinggi rendah untuk berhipotesis mengapa permukaannya seperti itu.

Terdapat gambar close-up dari kamera HiRise di Mars Reconnaissance Orbiter NASA. Sehingga para peneliti dapat memahami detail tentang aliran lava dan tektonik. 

Baca Juga: Penerbangan Ingenuity di Mars Ditunda, Ini Penyebabnya

Mengapa Gunung Berapi di Mars Begitu Besar?

Perbedaan yang mendasar antara gunung berapi di Mars dan Bumi adalah mengenai ukurannya. Gunung berapi di wilayah Tharsis mempunyai ukuran 10 sampai 100 kali lebih besar daripada di Bumi.

Jika mengamati aliran lava lebih lama di permukaan Mars, hal tersebut kemungkinan karen tingkat letusan yang lebih tinggi dan gravitasi permukaan lebih rendah. 

Melansir mars.nasa.gov, hal yang menjadi alasan gunung begitu besar karena kerak di Mars tidak bergerak seperti di Bumi. Ketika gunung meletus di Bumi, titik panas tetap diam namun lempeng kerak bergerak di atasnya. Kemudian saat lempeng bergerak di atas hotspot, gunung berapi baru terbentuk dan gunung berapi sebelumnya punah. 

Jadi, hal ini akan mendistribusikan total volume lava antara gunung berapi. Sementara di Mars kerak tetap diam. Kemudian lava menumpuk dan menjadi satu gunung berapi yang sangat besar. 

Lava Gunung Berapi Mars

Lava yang terdapat di Mars tidak jauh berbeda dengan di Bumi. Hanya saja, gunung berapi di Mars meletus dalam skala waktu yang jauh lebih lama daripada Bumi. Untuk itu, gunung berapi lebih besar di planet tersebut. 

Pengukuran seismik dari area tersebut diambil pada bagian permukaan. Sehingga akan membantu memberikan informasi tentang keadaan bawah permukaan Tharsis saat ini. Apakah terdapat proses cair aktif apa tidak. 

Selain itu, sample memungkinkan untuk mempunyai jaringan geofisika seperti seismik dan aliran panda di area tersebut. Karena akan membantu para peneliti mempelajari lebih banyak hal. Terutama pada pipa bawah permukaan dari gunung berapi.

Jika para peneliti mempunyai sampel, dengan akurat dapat menentukan berbagai aliran lava. Selain itu, juga mendapatkan info mengenai usia absolut untuk letusan seperti yang telah dilakukan di Bumi.

Banyak hal menarik yang belum terungkap mengenai struktur Tharsis yang sangat tua dan dalam di litosfer Mars. Kemudian mengenai magma naik untuk membentuk gunung berapi di Mars. Hal lain yang belum terungkap adalah bagaimana letusan di wilayah tersebut mempengaruhi iklim Mars.

Baca Juga: Misteri Laba-laba di Mars, Pola Aneh Menyeramkan

Banyak Gunung Berapi Aktif

Para peneliti menduga jika Mars telah mati. Kemudian dugaan mengenai planet hanya sebatas hamparan debu, tandus, dan kering. Namun anggapan tersebut terbantahkan adanya penemuan yang mengisyaratkan jika Mars masih aktif secara geologis dan vulkanik.

Faktanya, terdapat meteorit yang terbentuk dalam perut Mars. Dengan demikian, konveksi magma terdapat dalam mantel Mars. Hal tersebut menjadi bukti kimiawi tentang planet yang masih aktif dengan adanya gunung berapi di Mars. (R10/HR Online)

Editor: Jujang

- Advertisment -

Berita Terbaru

spot_img