Minggu, Mei 22, 2022
BerandaBerita JabarPabrik Mobil Listrik Pertama di Indonesia Berdiri di Jabar

Pabrik Mobil Listrik Pertama di Indonesia Berdiri di Jabar

Berita Jabar (Harapanrakyat.com),- Pabrik mobil listrik Ioniq 5 pertama di Indonesia berdiri di Provinsi Jawa Barat (Jabar). Pertimbangannya Jabar memiliki sumber daya manusia produktif dan penunjang infrastruktur yang provinsi lain belum memilikinya.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil menghadiri peresmian pabrik PT Hyundai Motor Manufakturing Indonesia tersebut, Rabu (16/3/2022). Lokasinya berada di Kecamatan Bojongmangu, Kabupaten Bekasi.

Pabrik tersebut akan memproduksi mobil listrik yakni Hyundai Ioniq 5. Peresmian pabrik dilakukan langsung oleh Presiden Joko Widodo dengan membunyikan sirine. Kemudian ada mobil listrik Ioniq 5 hasil produksi pabrik itu dipamerkan.

Presiden Jokowi mengatakan adanya pabrik mobil listrik ini menjadi sebuah momentum transisi dari kendaraan berbahan bakar fosil ke mobil ramah lingkungan.

“Momen ini sudah saya tunggu. Kita ingin melakukan transisi segera secara besar-besaran. Dari mobil bahan bakar fosil ke mobil listrik,” ujar Jokowi.

Mobil listrik Ioniq 5 buatan Hyundai ini menjadi yang pertama produksi dari Indonesia. Pabrik ini untuk pasar Indonesia dan juga ekspor.

“Saya berharap mobil listrik ini bisa menjadi milestone penting untuk pengembangan mobil listrik Indonesia. Sehingga mobil listrik lebih canggih dan banyak peminatnya,” tuturnya.

Menurut Jokowi, mobil listrik hasil pabrik ini akan menjadi transportasi utama bagi Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Menjadi sebuah tumpuan utama aksesibilitas warga IKN untuk berbagai kegiatan. Sehingga bisa mencegah polusi udara.

Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya mineral. Sehingga dapat mendukung dalam pengembangan mobil listrik.

“Nikel kita punya, kobalt punya yang jadi material penting sebagai bahan baku untuk baterai lithium. Tembaga untuk baterai dan kabel mobil listrik juga bauksit untuk kerangkanya,” ungkap Jokowi.

Tahun 2022 ini menjadi momentum untuk pengembangan baterai lithium. Sejumlah investor siap memulai konstruksi guna mengolah nikel dan kobalt menjadi material baterai lithium.

“Pada 2024 nanti, mobil listrik produksi di Indonesia ini sudah memakai baterai serta komponennya hasil produksi dari negara kita,” pungkasnya. (R9/HR-Online/Editor-Dadang)

- Advertisment -