Rabu, Juni 29, 2022
BerandaBerita PangandaranAksi Damai Peduli Lingkungan Digelar Ribuan Warga Pangandaran

Aksi Damai Peduli Lingkungan Digelar Ribuan Warga Pangandaran

Berita Pangandaran (harapanrakyat.com),- Aksi damai peduli lingkungan digelar ribuan warga Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, bertempat di Batu Hiu, Kecamatan Parigi, Rabu (18/05/2022).

Warga menggelar aksi tersebut buntut dari ketidak harmonisan saat sosialisasi tentang baby lobster beberapa waktu lalu.

Aksi demo damai yang berlangsung di Batu Hiu itu diikuti oleh Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata, dan Wakil Bupati Pangandaran, Ujang Endin Indrawan. Serta berbagai komunitas dan instansi terkait lainnya.

Dalam kesempatan itu Jeje mengatakan, semua pihak harus menjaga lingkungan yang ada di Kabupaten Pangandaran. Terutama lingkungan kelautan, mengingat Kabupaten Pangandaran memiliki garis pantai yang cukup panjang.

“Aksi damai peduli lingkungan ini merupakan bukti warga Kabupaten Pangandaran sangat sayang terhadap lingkungannya. Jangan sampai lingkungan rusak,” ujarnya.

Dengan adanya penangkapan baby lobster akhir-akhir ini, lanjut Jeje, otomatis hal tersebut menjadi polemik yang harus diluruskan.

Oleh sebab itu, pihak pemerintah kabupaten akan terus berusaha memberikan edukasi kepada warga masyarakat Kabupaten Pangandaran, agar tidak menangkap keberadaan baby lobster.

Baca Juga : Turun ke Sawah, Bupati Pangandaran Tandur Bersama Emak-emak

Jeje juga menyebutkan, sebelumnya penangkapan baby lobster sempat beberapa kali terjadi. Bahkan bukan hanya oleh warga Pangandaran saja, tetapi warga dari luar Pangandaran pun melakukan hal yang sama.

“Untuk itu, warga Kabupaten Pangandaran dan pemerintah kabupaten akan mencegah penangkapan baby lobster tersebut,” tandasnya.

Selain itu, Jeje juga menegaskan bahwa untuk baby lobster sudah ada Undang Undang yang sah. Jika ada warga yang menangkap baby lobster dengan sengaja, maka orang tersebut akan berurusan dengan penegak hukum.

Dalam hal ini pihak kepolisian yang akan memprosesnya. Pihaknya pun berharap warga lokal maupun luar Pangandaran berhenti menangkap baby lobster.

Sementara itu, dalam aksi damai peduli lingkungan ini, ribuan warga Pangandaran mendeklarasikan pernyataan penolakan penangkapan baby lobster.

Berbagai komunitas seperti komunitas nelayan, PHRI dan yang lainnya, sepakat menandatangani pernyataan bersama untuk menjaga lingkungan, dan menolak penangkapan baby lobster. (Ntang/R3/HR-Online/Editor-Eva)

- Advertisment -