Kamis, Agustus 11, 2022
BerandaBerita BisnisSaham yang Naik Tidak Wajar, Masuk dalam Radar Pantauan

Saham yang Naik Tidak Wajar, Masuk dalam Radar Pantauan

Saham yang naik tidak wajar penting untuk Anda waspadai. Jangan sampai Anda berinvestasi dengan saham tersebut.

Hal ini bisa membuat Anda merugi, bahkan berdampak jangka panjang.

Baca Juga: Harga Saham ACES Turun Sejak Perdagangan Pertamanya

Deretan Saham yang Naik Tidak Wajar

Di bawah ini ada beberapa saham yang kenaikannya dinilai tak wajar.

PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL)

Salah satu perusahaan yang memiliki saham dengan kenaikan tak masuk akal yaitu BELL.

Perusahaan satu ini mengalami peningkatan harga saham yang di luar kebiasaan. Hal tersebut juga dikenal dengan UMA (Unusual Market Activity).

Dengan alasan tersebut, Bursa Efek Indonesia terpaksa harus memasukkan BELL ke dalam radar pemantauan. Namun hal tersebut belum berarti BELL merusak peraturan pasar modal.

Sekedar untuk Anda tahu, saham BELL naik sampai 178,33% sebulan terakhir. Kemudian ditutup dengan 31,50% di level 167.

Baca Juga: Rekomendasi Saham Long Term yang Cocok untuk Investasi

ARKO

Selain BELL, ada ARKO yang juga memiliki saham dengan kenaikan di luar kebiasaan. Belum lama ini ARKO menjual sahamnya sebanyak 608.895.000.

Saat IPO, saham tersebut terjual dengan harga Rp 300/unit. Bisa kita bayangkan berapa omset yang akan perusahaan dapat dengan harga tersebut.

Dengan saham yang naik tidak wajar, perusahaan ini terus jadi sorotan.

Bulan lalu, saham ARKO mengalami kenaikan hingga 41%. Namun tutup dengan harga di bawah IPO, yakni Rp 595/unit.

Saham ARKO mengalami uptrend secara perlahan. Hal inilah yang membuat saham ARKO tak lepas dari pantauan.

PICO

Saham yang naik tidak wajar berikutnya yaitu PICO. Sejak awal berdiri, saham perusahaan ini hanya mengalami kenaikan perlahan.

Bahkan tak jarang pula mengalami penurunan. Namun pada awal Juli 2022 lalu, sahamnya mengalami kenaikan secara pesat.

Hal yang tak wajar lainnya, kenaikan saham bersamaan dengan volume transaksi yang meningkat secara tiba-tiba.

Pada akhirnya saham PICO tutup dengan harga Rp 206/unit. Hanya saja, seiring berjalannya waktu saham PICO turun drastis, bahkan terkena ARB.

Baca Juga: Saham Rukun Raharja Naik, BEI Berikan Suspensi

Penyebab Kenaikan Saham 

Saham memang banyak investor pilih saat ingin terjun ke dunia investasi. Dalam hal ini, tentu saja pilihlah saham yang terbaik dan terpercaya.

Pasalnya, hal tersebut akan mempengaruhi keuntungan yang Anda dapat nantinya.

Supaya Anda tak salah pilih, pahami pula apa saja faktor yang menyebabkan kenaikan saham.

Adapun salah satunya yaitu faktor fundamental perusahaan. Bahkan hal ini jadi faktor utama.

Perlu untuk Anda tahu bahwa perusahaan yang mempunyai fundamental baik senantiasa memiliki saham dengan tren harga naik. Anda pun bisa memilih saham perusahaan ini agar meraih keuntungan melimpah.

Tak bisa kita pungkiri bahwa ada beberapa perusahaan dengan saham yang naik tidak wajar. Dengan mengetahui apa saja saham tersebut, maka Anda bisa terhindar dari kerugian.

Sebelum Anda benar-benar terjun menekuni dunia investasi, tentu mempelajari saham sudah menjadi suatu keharusan. (R10/HR-Online)