Selasa, Desember 6, 2022
BerandaBerita TerbaruMalaikat Penjaga Gunung Marah Gara-gara Kaum Quraisy

Malaikat Penjaga Gunung Marah Gara-gara Kaum Quraisy

Malaikat penjaga gunung menjadi salah satu ilmu pengetahuan Islam yang harus kita ketahui. Pasalnya bukan tidak mungkin ketika terdapat seseorang yang bertanya kepada kita siapa sih malaikat penjaga gunung itu? Karena kita tidak mau membaca sejarah Islam ataupun hal-hal yang berkaitan dengan agama Islam, kita tidak bisa memberikan jawaban yang tepat.

Pasalnya dalam agama Islam itu juga terdapat perintah bahwa kita itu harus saling memberi manfaat antar sesama. Seperti yang sudah kita ketahui bahwa Allah itu tidak hanya menciptakan 1 malaikat saja.

Mengimani malaikat merupakan rukun iman yang kedua. Sekarang ini malaikat yang wajib untuk kita imani ada 10, di antaranya Jibril, Mikail, isrofil, Izroil, Munkar, Nakir, Raqib, Atid, Malik, dan Ridwan.

Tetapi Tahukah Anda siapa sebenarnya malaikat yang menjaga gunung itu? Apakah tugas tersebut merupakan tugas dari 10 malaikat Allah yang sudah disebutkan sebelumnya?

Ternyata juga masih banyak yang belum mengetahuinya bukan? Apakah Anda juga merupakan salah satunya?

Tetapi sebenarnya Islam itu sudah menjelaskan mengenai adanya malaikat yang mempunyai tugas untuk menjaga gunung.

Mengenai hal tersebut istri Rasulullah yakni Aisyah bertanya kepada sang suami, apakah suatu hari engkau pernah mengalami hari yang lebih pedih daripada Perang Uhud?

Baca juga: Malaikat Mikail Tidak Pernah Tertawa karena Melihat Neraka

Malaikat Penjaga Gunung yang Marah

Rasulullah SAW menjawab Aisyah, rumah aku kerap kali mendapatkan sesuatu yang menyakitkan dari kaumku. Tetapi yang paling menyakitkan adalah pada hari aqabah ketika aku sedang mengajak Ibnu Abdul Yalil bin Abdu Kulak untuk masuk Islam. Tetapi ia tidak menyambut ajakanku sesuai yang aku harapkan.

Dengan demikian itu berarti Rasulullah SAW dalam menyebarkan agama Islam itu tidaklah mudah.

Seperti yang sudah kita ketahui juga bahwa pada masa Rasulullah SAW mendapatkan perintah dari Allah untuk menyebarkan agama Islam, nyatanya masih banyak orang-orang yang belum begitu paham dengan keesaan Allah.

Sehingga membuat mereka ketika menerima dakwah ataupun ajakan dari Baginda Nabi selalu menolak.

Meskipun begitu, penolakan yang mereka lakukan itu tidaklah manusiawi. Rasulullah SAW juga rela dicaci maki, kemudian diludahi, dilempar dengan batu kerikil ,dan masih banyak lagi.

Tapi apakah Baginda Nabi SAW itu menyerah dalam mengemban amanah dari Allah? Tentu saja tidak.

Hal tersebut juga menjadi penyebab kenapa Nabi Muhammad itu merupakan salah satu nabi dan rasul yang termasuk Ulul Azmi.

Baca juga: Ciri-ciri Malam Lailatul Qadar Tenang, Banyak Malaikat Turun Ke Bumi

Kaum Kafir Quraisy

Ternyata kisah dari malaikat penjaga gunung itu juga berkaitan dengan perjalanan Rasulullah SAW dalam menyebarkan agama Islam.

Bagaimana maksudnya? Seperti penjelasan sebelumnya yang mengatakan bahwa dalam mendakwahkan Islam, Rasulullah SAW itu mendapatkan berbagai perlakuan yang pastinya tidak menyenangkan. Terlebih lagi perlakuan dari kaum Quraisy.

Perlakuan dari kaum Quraisy tersebut ternyata yang menyebabkan malaikat penjaga gunung marah. Semakin hari perlakuan mereka juga semakin menjadi-jadi.

Terlebih lagi setelah paman Rasulullah yakni Abu Thalib beserta istrinya Khadijah meninggal dunia. Tambah lagi adanya boikot dari kaum Quraisy terhadap Bani Hasyim.

Wafatnya kedua orang penting bagi kehidupan Rasulullah tersebut menyebabkan kaum Quraisy leluasa untuk melakukan kejahatan.

Perlu Anda ketahui ternyata Rasulullah itu juga mendapatkan perlakuan yang tidak baik. Ia dilempar menggunakan kotoran hingga mengenai kepalanya saat ia sholat tepat di dekat Ka’bah.

Mengetahui bahwa ayahnya mendapatkan perlakuan yang tidak baik ternyata Fatimah sebagai putrinya juga segera datang untuk membersihkan kotoran tersebut sembari menangis. Namun hal tersebut tidaklah menyebabkan Rasulullah SAW putus asa.

Tak hanya Rasulullah SAW saja yang mendapatkan perlakuan tidak baik. Para sahabat pun juga mendapatkan perlakuan yang serupa. Itulah yang menjadi penyebab kemarahan malaikat penjaga gunung.

Baca juga: Rumah yang Tidak Dimasuki Malaikat, Berikut Ini Ciri-cirinya

Malaikat Jibril

Mendapatkan perlakuan yang demikian itu menyebabkan Nabi SAW memutuskan pergi ke Thaif dan berharap para pemuka Bani tsaqif itu memberikan pertolongan serta memberikan perlindungan. Tapi ternyata yang terjadi tidak sesuai yang Rasulullah harapkan.

Justru mereka memberikan perlakuan yang sangat buruk. Mengolok-olok, mengejar, kemudian melempari batu, serta menyebabkan kaki Rasulullah SAW berdarah dan terluka.

Tetapi Rasulullah justru berdoa, wahai Allah sesungguhnya hanya kepadaMu-lah aku mengadukan lemahnya kekuatanku, sedikit upayaku serta hina pandangan orang terhadapku. Wahai Allah yang Maha Penyantun, Engkaulah Tuhanku serta Tuhan untuk orang-orang yang tertindas.

Apakah kepada mereka Engkau akan menyerahkan aku? Yaitu orang asing yang memperlakukanku dengan tidak baik, kepada saudaraku yang jauh dan mengusirku?

Tak lama kemudian datanglah malaikat penjaga gunung. Ya, ini malaikat Jibril berkata kepada Rasulullah, wahai Muhammad Tuhanmu telah menyampaikan salam kepadamu.

Malaikat juga telah mengurus gunung yang telah Allah ciptakan untuk mematuhi semua perintahmu. Ia juga tidak akan melakukan hal apapun kecuali atas perintahmu.

Lantas malaikat penjaga gunung tersebut berkata, sungguh Allah telah memerintahkan aku untuk berkhidmat kepadamu. Jika kamu berkehendak aku menjatuhkan gunung ini kepada mereka, maka hal tersebut akan aku lakukan.

Tetapi jika engkau Muhammad berkehendak aku melemparkan batu kepada mereka hal tersebut juga akan aku lakukan. Apabila engkau meminta aku mengguncangkan bumi maka aku juga akan mengguncangkannya.

Namun semua penawaran dari malaikat penjaga gunung tersebut justru tidak Rasulullah terima. Sebab Rasulullah SAW menjawab, wahai malaikat gunung, kedatanganku itu sebab berharap mereka akan keluar dari keturunan mereka yang mengucapkan tiada Tuhan selain Allah (Laa ilaaha illallah).

Ternyata jawaban dari Rasulullah membuat malaikat penjaga gunung itu takjub. Lantas malaikat tersebut menjawab engkau seperti yang sudah Tuhan sebutkan yakni sangat penyantun dan penyayang. (R10/HR-Online)