Kamis, Februari 9, 2023
BerandaBerita TerbaruHijrah Pertama Umat Islam dari Mekkah ke Habasyah!

Hijrah Pertama Umat Islam dari Mekkah ke Habasyah!

Hijrah pertama umat Islam menjadi kisah sejarah dalam Islam. Umat Islam pertama hijrah ke Ethiopia atau yang dikenal dengan Negeri Habasyah kerajaan Benua Afrika. Perjalanan umat muslim saat itu banyak mengalami ujian. 

Hijrahnya umat muslim ke negeri ini atas dasar perintah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam demi menghindari penindasan dan penyiksaan dari bangsa kaum Quraisy.

Memang pada saat itu umat muslim selalu mendapatkan penindasan dan penyiksaan. Setiap hari penindasan yang dilakukan bukan semakin menghilang, akan tetapi justru semakin parah. Maka dari itulah Nabi Muhammad SAW memerintahkan umat Islam untuk hijrah. 

Baca Juga: Kisah Perang Bani Quraizhah, Terjadi pada Bulan Dzulqadah!

Hijrah Pertama Umat Islam ke Habasyah

Pada mulanya, penindasan dan penyiksaan yang kaum muslimin alami dalam masa pertengahan atau akhir tahun keempat kenabian itu belumlah seberapa. Namun, dari waktu ke waktu  penyiksaan dan penindasan yang terjadi justru menjadi semakin besar dan semakin keras.

Sampai waktu memasuki pertengahan tahun ke-5 kenabian seakan-akan umat muslim sudah tidak ada lagi tempat untuk berlindung. Karena Mekkah sudah tidak ada tempat aman untuk mereka.

Akhirnya, Rasulullah SAW memberikan perintah kepada para umat muslim untuk segera hijrah ke Ethiopia. Ethiopia merupakan negara yang memiliki seorang raja yang adil dan bijaksana. 

Rasulullah Memerintahkan Hijrah atas Perintah Allah

Hijrah pertama umat Islam ke Ethiopia ini  atas dasar perintah atau wahyu yang Allah turunkan kepada Rasulullah. Setelah Nabi Muhammad memerintahkan umat Islam untuk hijrah, maka dengan segera kaum Muslimin melakukan perjalanan ke Negeri Habasyah.

Perjalanan hijrah mereka ke Ethiopia berada dalam pimpinan Usman bin Maz’un. Usman bin Affan dan juga istrinya, Ruqayyah (putri Rasulullah SAW) pun juga ikut serta dalam berhijrah. 

Adapun penyebab hijrah Negeri Habasyah ini yaitu karena takut dengan fitnah atau kerusakan yang kaum Quraisy lakukan. Tak hanya itu saja, hijrah ini juga bertujuan untuk menyelamatkan agama mereka agar selalu berada di jalan Allah SWT. 

Baca Juga: Sejarah Peradaban Islam Dinasti Umayyah yang Penuh Lika-Liku!

Alasan Rasulullah Memilih Hijrah ke Habasyah

Alasan Rasulullah SAW memilih negeri Habasyah atau Ethiopia sebagai tempat hijrahnya yaitu negara tersebut memiliki seorang raja yang sangat adil. Rasulullah juga yakin jika umat muslim hijrah ke sana maka mereka tidak akan terdzolimi oleh raja tersebut.

Raja yang adil dan bijaksana tersebut bernama Ashamah an-Najasyi. Hijrah umat Islam pertama yaitu terjadi pada bulan Rajab tahun ke-5 kenabian.  

Jumlah rombongan hijrah kala itu terdiri atas 16 sahabat Nabi. Dari 16 sahabat nabi tersebut, yang 12 adalah laki-laki dan yang 4 adalah wanita.

Hijrah pertama ke Ethiopia ini bisa terlaksana dengan lancar dan aman. Meskipun, saat perjalanan tersebut hampir saja terpergok oleh orang-orang kafir Quraisy.  

Hijrah ke-2 ke Mekkah

Beberapa saat kemudian setelah hijrah, orang-orang dari kaum muslimin yang hijrah ke Ethiopia mendapat berita jika semua penduduk Mekah sudah menyatakan masuk Islam.

Mendengar kabar tersebut, umat muslim merasa sangat senang dan gembira. Sehingga mereka bersama-sama memutuskan untuk kembali lagi ke Mekah.

Setelah mereka sampai ke Mekah dan melihat langsung bagaimana kondisi Mekkah sebenarnya, mereka baru sadar jika kabar tersebut hanyalah  kabar dusta. Keadaan sebenarnya yaitu, penindasan orang kafir Quraisy di Mekkah justru semakin hebat. 

Hingga pada akhirnya, Rasulullah  memerintahkan kembali pada umat Islam agar kembali hijrah ke Ethiopia yang kedua kalinya. Untuk kali ini jumlah rombongan yang hijrah terdiri atas 83 orang laki-laki. Dalam rombongan tersebut juga ada Ammar bin Yasir.

Hijrahnya umat muslim ke Habasyah yang kedua kalinya ini mengalami berbagai macam kendala.

Sebab, pada saat itu para kaum Quraisy yang selalu memberikan penyiksaan terus menghalang-halangi agar umat muslim bisa gagal dalam melakukan hijrah yang kedua kalinya. 

Baca Juga: Masa Keemasan Khalifah Umar RA, Pemimpin Adil dan Bijaksana!

Orang-orang musyrik tidak senang dengan hijrah yang kaum muslimin lakukan ke Ethiopia. Sehingga, orang musyrik tersebut terus melakukan berbagai macam upaya untuk menghalang-halangi hijrah umat muslim tersebut. 

Orang musyrik mengutus dua orang untuk mempengaruhi Raja Habasyah agar menolak permintaan hijrah kaum muslim tersebut. 

Dari kisah hijrah pertama umat Islam ke Ethiopia ini bisa kita simpulkan jika orang muslim boleh meminta pertolongan kepada non muslim dalam hal kebaikan. Seperti yang telah Nabi Muhammad lakukan, yaitu minta perlindungan pada Raja Habasyah saat mendapatkan siksaan dari kafir Quraisy. (R10/HR-Online)