Minggu, Mei 4, 2025
BerandaBerita TerbaruPembiasan Cahaya, Pengertian dan Sejarah Penemuan Teorinya

Pembiasan Cahaya, Pengertian dan Sejarah Penemuan Teorinya

Pembiasan cahaya serta sejarah penemuannya menjadi teori. Sejarah penemuan pembiasan dari cahaya ini sangat penting. Refraksi sendiri merupakan teori dasar fisika yang perlu Anda kuasai.

Materi pembiasan ini bahkan sudah ada dipelajari oleh siswa di bangku SMP. Itulah kenapa, teori ini sangat penting.

Secara pengertian, ilmu dasar optik ini bisa Anda ketahui sebagai refraksi. Ini merupakan peristiwa belok arah sinar.

Pembelokan arah sinar tersebut dapat terjadi karena perbedaan medium. Simak penjelasan lebih lanjut di sini!

Baca Juga: Teori Kecepatan Cahaya: Pengertian dan Cara Menghitungnya

Pengertian dan Sejarah Pembiasan Cahaya

Mungkin Anda pernah memahami secara sekilas mengenai proses refraksi atau pembiasan ini. Materi ini bahkan ada di bangku sekolah.

Salah satu contoh pembiasan ini yang sangat terkenal adalah pelangi. Pelangi sendiri memiliki warna yang sangat menarik.

Cahaya sendiri adalah suatu gelombang elektromagnetik yang merambat lurus ke berbagai arah dengan kecepatan 3 x 108 m/s dan panjang gelombang sekitar 380 hingga 750 nm.

Secara sederhana, refraksi merupakan peristiwa pembelokan cahaya ketika melewati dua zat atau medium. Ketika proses tersebut terjadi, maka terdapat dua kecepatan optic cahaya yang berbeda.

Proses juga dapat terjadi karena pengaruh dari kecepatan cahaya ketika memasuki medium yang berbeda. Oleh karena itu, suatu kecepatan cahaya berubah dan menyebabkan gelombang cahaya berbelok.

Siapa Penemu Pembiasan dari Pembiasan Cahaya?

Di dalam materi fisika, penemu dari teori refraksi ini adalah Willebrord Snellius (1580-1626), bahkan disebutkan bahwa ia juga menjadi pencetus dasar optika ini.

Perkembangan yang terjadi pada masa Renaissance atau zaman pencerahan Eropa membuat banyak ilmu pengetahuan berkembang. Snellius yang merupakan seorang ahli matematika berkebangsaan Belanda sekaligus astronom menjelaskan mengenai proses refraksi cahaya dengan metode trigonometri.

Selain Snellius, ilmuwan lain juga meneliti dan mengembangkan teori refraksi atau pembiasan cahaya ini, di antaranya adalah Harriot (1560-1621), Kepler (1571-1626), serta Descartes (1596-1650).

Penemuan mereka sangat berjasa. Bahkan hampir semua pelajaran di bidang ini mendasar pada penemuan tersebut, terlebih penemuan yang Snellius lakukan.

Baca Juga: Pengertian Intensitas Cahaya dan Alat Penghitungnya

Proses Terjadinya Refraksi

Ada dua hukum yang menjelaskan teori ini, yaitu sinar datang garis normal, serta cahaya bias yang terletak di suatu bidang datar.

Teori yang kedua adalah pembagian sudut segitiga atau sinus cahaya datang dan juga bisa yang menghasilkan nilai bernama indeks bias.

Pada dasarnya, setiap medium memiliki indeks yang berbeda. Maksud dari medium di sini adalah sesuatu yang menjadi perambatan cahaya.

Adanya perbedaan indeks bias menghasilkan pensil di dalam gelas dengan air terlihat berbelah. Tentu cahaya pada medium udara dan medium air berbeda.

Cahaya memiliki karakter tersendiri, yakni merambat lurus di kondisi normal. Arah rambat cahaya adalah A – B – C. Berbeda jika cahaya melewati indeks bias lainnya, seperti udara sehingga rambatnya menjadi A-B-D.

Contoh lainnya adalah proses  pembiasan pada air laut dangkal dan pembiasan cahaya pada lensa serta berlian yang terlihat berkilau.

Alhasil, proses refraksi akan terjadi ketika sinar datang dan membentuk sudut tertentu cahaya yang datang tidak tegak lurus, yakni terhadap bidang batas atau sudut datang yang lebih kecil dari 900.

Penemu Teori Refraksi yang Pertama

Meski di dalam fisika Snellius dan ilmuwan lain menjadi penemu pembiasan cahaya atau refraksi, tetapi diyakini bahwa penemu sebenarnya adalah seorang muslim bernama Abu Sa’ad Al-‘Ala Ibu Sahal.

Ibu Sahal melakukan penelitian mengenai sinar sejak 673 tahun sebelum Snellius. Hasil penelitiannya telah ia abadikan di dalam kitab al-Harraqat (benda yang membakar).

Ia sendiri merupakan seorang ahli matematika asal Persia yang berjasa dalam ilmu pengetahuan pada masa keemasan Islam di Baghdad dalam bidang sains ini.

Sayangnya pengetahuan tersebut jarang diketahui, bahkan seiring runtuhnya masa kejayaan Islam. Meski demikian, sejarah ini menjadi perdebatan panjang di Eropa.

Berawal dari Rashed Roshid, Peneliti asal Perancis yang meneliti kitab sahal pada 1990. Ia menemukan sebuah diagram yang menjelaskan perbandingan indeks pembiasan dengan hasil sebuah konstanta.

Baca Juga: Proses Terbentuknya Awan Cumulonimbus, Penyebab Badai dan Petir

Konstanta tersebut Ibnu Sahal gunakan untuk menjelaskan proyeksi arah pembiasan dari sebuah berkas sinar melalui lensa secara akurat.

Hingga saat ini teori pembiasan cahaya masih menggunakan dasar pada penemuan Snellius, meski lebih mengacu pada penemuan Ibnu Sahal. (R10/HR-Online)

Asus ROG Zephyrus G15 2025

Asus ROG Zephyrus G15 2025, Laptop Ramping dan Canggih

Asus ROG Zephyrus G15 2025 adalah salah satu laptop baru yang dikenalkan awal tahun ini. Asus memperkenalkan perangkat elektronik ini dalam acara tahunan CES...
Jari Tangan Bengkak karena Cincin Susah Dilepas, Warga Tasikmalaya Minta Pertolongan ke Damkar

Jari Tangan Bengkak karena Cincin Susah Dilepas, Warga Tasikmalaya Minta Pertolongan ke Damkar

harapanrakyat.com,- Seorang ibu datang mengendarai sepeda motor matic bersama anaknya ke Markas Damkar Kota Tasikmalaya di Kecamatan Bungursari. Ia sengaja meminta tolong lantaran jari...
Diduga Faktor Ekonomi, Warga Bojongkantong Banjar Nekat Akhiri Hidup Bikin Geger, Tinggalkan 2 Anak yang Masih Kecil 

Diduga Faktor Ekonomi, Warga Bojongkantong Banjar Nekat Akhiri Hidup Bikin Geger, Tinggalkan 2 Anak yang Masih Kecil 

harapanrakyat.com,- Warga di Kelurahan Bojongkantong, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, Jawa Barat geger adanya seorang perempuan yang diduga nekat mengakhiri hidup di rumahnya. Peristiwa yang...
Mengenal Fenomena Hujan Meteor Eta Aquarids yang Terjadi Setiap Bulan Mei

Mengenal Fenomena Hujan Meteor Eta Aquarids yang Terjadi Setiap Bulan Mei

Hujan meteor adalah salah satu fenomena astronomi memukau dan layak menjadi momen istimewa yang dinantikan semua orang. Salah satu fenomena yang bakal hadir sebentar...
Ribuan Warga Tumpah Ruah Ramaikan Jalan Santai Sumedang Sehat

Ribuan Warga Tumpah Ruah Ramaikan Jalan Santai Sumedang Sehat

harapanrakyat.com,- Ribuan warga kompak mengikuti kegiatan jalan santai Sumedang Sehat. Jalan santai kolaborasi dengan komunitas "Sumedang Walkers" ini, mulai dari kawasan Lapangan Pusat Pemerintahan...
Bukan Kirim ke Barak TNI, Ini Cara Bupati Pangandaran Atasi Siswa Bermasalah

Bukan Kirim ke Barak TNI, Ini Cara Bupati Pangandaran Atasi Siswa Bermasalah

harapanrakyat.com,- Bupati Pangandaran, Jawa Barat, Citra Pitriyami, memiliki pendekatan tersendiri untuk mengatasi siswa yang bermasalah. Bukan mengirim ke barak militer atau TNI, namun pihaknya...