harapanrakyat.com,- Kondisi infrastruktur jalan di wilayah Kota Banjar, Jawa Barat, menjadi sorotan. Sebuah titik di ruas jalan Ir Purnomosidi, lingkungan Bojongsari, Kelurahan Bojongkantong, Kecamatan Langensari, ambles. Kerusakan ini memicu kekhawatiran warga akan potensi kecelakaan lalu lintas, terutama saat malam hari.
Ketua setempat, Ujang Solihin mengatakan, tanda-tanda kerusakan jalan tersebut sebenarnya sudah mulai terlihat sejak H-3 Lebaran.
Baca Juga: Balapan Liar Dini Hari di Jalan Banjar-Langensari Resahkan Warga
“Awalnya tidak langsung ambles, tapi ada legokan (cekungan) dulu. Mungkin karena usia konstruksi yang sudah lama, sejak tahun 1997 belum ada perbaikan lagi,” kata Ujang, Senin (30/3/2026).
Menurutnya, warga menilai jalan tersebut ambles diduga adanya pengeroposan pada gorong-gorong di bawah badan jalan.
Selain faktor usia, tingginya volume kendaraan dengan tonase besar yang kerap melintasi jalur tersebut mempercepat kerusakan struktur aspal. Saat ini, lubang amblas tersebut hanya dipasangi pembatas berupa water barrier untuk memberi peringatan kepada pengguna jalan.
Baca Juga: Jalan Banjar-Langensari Perlu Dilengkapi Marka
Pihak lingkungan telah melaporkan kejadian ini ke pihak Kelurahan, yang diteruskan ke Dinas PUTR dan Dinas Perhubungan Kota Banjar.
Petugas dari dinas terkait sudah melakukan peninjauan dan pengukuran di lokasi. Namun saat ini belum ada tindakan perbaikan fisik secara permanen.
“Warga hanya khawatir terjadi kecelakaan. Sejauh ini belum ada yang jatuh ke lubang, tapi kemarin sempat ada kendaraan yang mengerem mendadak dan terseruduk dari belakang karena menghindari lubang,” tambahnya.
Warga berharap Pemkot Banjar segera melakukan perbaikan sebelum kerusakan semakin meluas dan memakan korban jiwa. Jalur tersebut merupakan akses penting bagi masyarakat.
Dinas PUTR Banjar Segera Perbaiki Ruas Jalan Ambles
Terpisah, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUTR Kota Banjar, Asep Dadi mengatakan, jalan ambles tersebut akan segera diperbaiki. Proses penanganan telah memasuki tahap perencanaan dan desain. Jika tidak ada kendala teknis, pengerjaan fisik ditargetkan dimulai pertengahan bulan April.
“Mudah-mudahan pertengahan April sudah bisa dimulai,” katanya.
Selain faktor usia, saluran air tersumbat sampah juga menjadi pemicu. Aliran air yang tidak lancar menyebabkan genangan dan tekanan pada struktur bangunan bawah jalan.
“Warga sempat membersihkan, namun ternyata gorong-gorongnya sudah ada yang pecah. Struktur di atasnya ikut turun dan berlubang,” ungkapnya. (Sandi/R9/HR-Online/Editor-Dadang)





