Berita Pangandaran (harapanrakyat.com),- Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata, mengungkapkan, ditutupnya sementara objek wisata (Obwis) Grand Valey Sungai Citumang, di Desa Bojong, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, semata untuk memperbaiki manajemen pengelolaan dan jaminan keselamatan bagi wisatawan. Menurutnya, semenjak sungai Citumang dibuka untuk arena wisata, ternyata belum memiliki SOP (Sistem Operasional Prosedur) sebagaimana standar atau prasyarat sebuah kawasan objek wisata.
Seperti diketahui, langkah Pemkab Pangandaran ini menyusul terjadinya kecelakaan yang menimpa wisatawan dalam 5 bulan terakhir ini. Kecelakaan terakhir, menimpa 3 wisatawan asal Cilacap dan menyebabkan satu diantaranya tewas akibat terseret arus dan tenggelam saat berenang di area terlarang di Obwis Citumang.
“SOP ini sifatnya penting. Karena di dalamnya mengatur berbagai hal yang menyangkut standar sebuah kawasan wisata. Artinya, harus ada sistem yang menjamin keamanan dan kenyamanannya untuk dikunjungi wisatawan. Dalam SOP ini diatur berbagai hal, seperti pengelolaan manajemen wisata, sistem pembinaan pemandu wisata, asuransi dan hal-hal lainnya yang menyangkut keamanan bagi wisatawan,” terangnya, kepada Koran HR, usai melakukan pertemuan dengan komponen parawisata Obwis Citumang, di Desa Bojong, Kecamatan Parigi, Selasa (19/07/2016).
Jeje menjelaskan, mulai hari ini, Selasa (19/07/2016), pihaknya menutup sementara objek wisata Citumang. Penutupan sementara itu dimaksudkan agar pihak pengelola, baik Perhutani maupun Karangturana setempat, melakukan evaluasi dan perbaikan serta melengkapi SOP sebagaimana yang sudah disyaratkan.
“Silahkan buat konsep SOP-nya secara bersama-sama. Saya minta dalam membuat SOP ini libatkan berbagai pihak, seperti para pemandu, karangtaruna, desa, kecamatan, Pemda, kelompok penggerak pariwisata (Kompepar) dan perhutani serta semua stakeholder pariwisata,” katanya.
Jeje mengatakan pihaknya melakukan langkah ini semata untuk memperbaiki sistem pengelolaan objek wisata Citumang. “Kalau ada yang tidak sepakat dengan langkah ini, mari berdialog dengan saya. Saya sangat terbuka, malah siap dimarahi sekalipun. Saya ngotot melakukan langkah ini untuk memperbaiki Citumang agar menjadi objek wisata yang aman dan nyaman dikunjungi wisatawan,” terangnya.
Menurut Jeje, apabila seluruh prasyarat SOP sudah ditempuh, dirinya yakin akan membantu mengangkat reputasi objek wisata Citumang. “Karena wisatawan akan semakin percaya berwisata ke Citumang kalau sudah jelas jaminan keamanannya. Dengan begitu, langkah ini sebenarnya bentuk iklan untuk Citumang yang nantinya akan berefek terhadap peningkatan kunjungan wisatawan,” terangnya.
Jeje mengatakan penutupan sementara ini tidak berbatas waktu. Kalau dalam waktu 2 minggu ke depan seluruh pihak yang berkompeten sudah merampungkan draf SOP yang sebelumnya dikaji secara musyawarah, maka pihaknya akan langsung membuka kembali.
“Supaya pembahasan dan penyusunannya cepat selesai, maka saya sudah tugaskan Asda II untuk membentuk tim khusus. Dan tim khusus ini langsung diketuai oleh Asda II,” katanya. (Mad/Koran-HR)
Berita Terkait
Perhutani Diminta Berikan Sharing Profit dari Obwis Citumang Pangandaran
Obwis Citumang Pangandaran Ditutup Sementara, Begini Reaksi Perhutani
Pengelola Minta Penutupan Obwis Citumang Pangandaran Tidak Berlangsung Lama





