Rusia Klaim Temukan Obat Penyakit Covid-19 yang Ampuh

obat penyakit Covid-19
Ilustrasi obat penyakit Covid-19. Foto: Istimewa

Rusia baru saja mengumumkan temuannya obat penyakit Covid-19 yang diklaim sangat ampuh dalam melawan virus Corona. Obat Covid-19 itu tidak hanya mampu menghilangkan gejala, namun langsung membunuh virusnya.

Pengumuman tentang temuan itu disampaikan langsung oleh sebuah perusahaan farmasi Rusia bernama R-Pharm. Sedangkan obat Corona baru itu diberi nama Koronavir.

“Koronavir merupakan obat yang pertama di dunia yang tidak menyasar komplikasi akibat SARS-CoV-2, melainkan langsung membunuh virus itu sendiri,” begitu bunyi pernyataan resmi R-Pharm seperti dikutip dari kantor berita Rusia TASS pada 15 Juli 2020.

Penemuan obat penyakit Covid-19 ini dapat menjadi kabar menggembirakan di tengah besarnya jumlah kasus di negara komunis tersebut. Hingga saat ini Rusia termasuk negara dengan jumlah kasus virus Corona yang cukup besar di dunia.

Hingga hari Minggu (19/7/2020) jumlah kasus Covid-19 di Rusia telah mencapai angka 771.546 orang. Sedangkan jumlah yang meninggal mencapai 12.342 orang dan yang sembuh sebanyak 550.344 pasien.

Belum adanya obat penyakit Covid-19 hingga saat ini membuat penanganan dan pencegahan penyebaran virus Corona menjadi sulit dilakukan. Meskipun pelonggaran lockdown telah dilakukan berbagai negara, namun angka kasusnya malah semakin meningkat.

Baca juga: Kabar Eucalyptus Obat Corona Ternyata Belum Terbukti Secara Klinis

Seperti dikutip dari laman resmi WHO, Rusia termasuk negara ke-4 terbanyak jumlah kasus Covid-19 setelah Amerika Serikat, Brazil, dan India. Sedangkan jumlah kasus dunia juga belum memperlihatkan adanya tanda-tanda penurunan.

Jumlah kasus akibat pandemi Covid-19 ini telah menginfeksi sebanyak 14.043.176 orang yang tersebar di 216 negara. Angka kematian akibat penyakit ini telah mencapai 597.583 orang.

Efektivitas Koronavir sebagai Obat Penyakit Covid-19

Selain menemukan obat corona baru, R-Pharm Group telah dikenal sebagai perusahaan yang fokus pada bidang penelitian, pengembangan, hingga produksi obat-obatan.

Perusahaan Rusia ini juga dikenal memproduksi berbagai peralatan laboratorium dan perangkat medis. Sedangkan obat Koronavir dikatakan diproduksi di pabriknya yang terletak di kota Yaroslavl.

Selain beroperasi di Rusia, perusahaan yang telah berdiri sejak tahun 2001 ini juga memiliki beberapa cabang yang tersebar di Amerika Serikat, Jerman, Jepang, negara-negara CIS, dan negara lainnya.

Menurut pernyataan R-Pharm, Koronavir telah terbukti dan telah melalui uji kinis. Obat ini juga diklaim efektif memblokir replikasi virus sekaligus menghentikan perkembangannya.

Untuk meningkatkan kualitas obat penyakit Covid-19 yang dihasilkan, R-Pharm menandainya dalam kode digital Data Matrix. Kode digital ini bisa diibaratkan sebagai analog dari paspor obat yang memberikan garansi originalitasnya.

Bahkan dengan kode digital ini bisa dilacak proses tahapan dan distribusinya. Mulai dari tahap produksi sampai pengiriman ke berbagai rumah sakit dan layanan medis lainnya.

Baca juga: Riset Terbaru Obat Corona Remdesivir Mampu Persingkat Waktu Penyembuhan Covid-19

Penerapan sistem pelabelan obat telah menjadi kebijakan pemerintah Rusia yang telah diterapkan sejak 1 Juli yang lalu. Dengan adanya sistem label ini akan memudahkan siapapun untuk melacaknya dengan menggunakan perangkat seluler.

Setelah ditemukannya obat penyakit Covid-19 itu kabarnya Koronavir juga langsung diproduksi agar dapat digunakan dalam perawatan dan penanganan pasien Covid-19 di negara itu.

“Sampai saat ini sudah ada sebanyak 7.373 paket obat-obatan yang sudah dimasukkan dan didistribusikan ke masyarakat,” tambah pernyataan perusahaan itu.

Hingga saat rilis penemuan obat virus Corona tersebut belum ada kabar menyangkut tanggapan pemerintah dan kementerian kesehatan Rusia terhadap penemuan baru itu.  

Penemuan obat penyakit Covid-19 yang bernama Koronavir diharapkan dapat memberikan angin segar terhadap perburuan obat yang benar-benar efektif dan aman untuk pengobatan dan perawatan penyakit akibat virus SARS-Cov-2 tersebut. (R11/HR-Online)