Virus Corona Buatan Manusia? Ini Pengakuan Ilmuwan Asal China

Virus Corona Buatan Manusia
Benarkah virus Corona buatan manusia? Foto: Ist/Net

Virus Corona buatan manusia hangat jadi perbincangan. Terlebih banyak yang percaya teori konspirasi yang membahas mengenai virus ini.

Meskipun demikian, virus ini sudah merenggut banyak nyawa di dunia. Sampai saat ini, para ilmuwan sedang mengupayakan agar bisa mendapatkan vaksin yang tepat.

Indonesia sendiri, saat ini tengah dalam proses pembuatan vaksin oleh Biofarma. Penelitian vaksin Corona sudah pada tahap uji coba agar bisa secepatnya untuk menolong para pasien Covid-19.

Lantas benarkah virus Corona buatan manusia? Sebelumnya perlu Anda tahu juga virus Corona sendiri menyerang sistem pernapasan.

Baca Juga: Temuan Mutasi Virus Corona di Indonesia, Benarkah Tidak Lebih Ganas?

Jika tidak tertangani sesegera mungkin bisa menyebabkan kematian. Virus ini bisa menyerang berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa sampai lansia. Sudah banyak negara yang melakukan lockdown demi bisa menyelamatkan warganya.

Berbagai imbauan terus tersebar, agar warga bisa sadar bahwa virus ini sangat berbahaya. Tidak heran, saat ini orang-orang sudah menggunakan masker, melakukan jaga jarak dan cuci tangan. Hal tersebut bisa memperkecil penularan dari virus Corona.

Meskipun begitu, masih banyak yang menganggap bahwa virus mematikan ini buatan manusia. Ada berbagai pendapat mengenai asal virus Corona ini. Berikut pembahasannya.

Virus Corona Buatan Manusia, Beginilah Pendapat Beberapa Ahli!

Sejumlah ahli mengemukakan berbagai pendapat terkait kemunculan virus Corona yang mematikan ini. Berikut para ahli yang berbicara terkait virus Corona:

Sir Richard Dearlove, Mantan Pimpinan Secret Intelligence Service (SIS)

Menurut Sir Richard Dearlove, virus Corona bukan penyakit alami. Melainkan ciptaan dari para ilmuan asal China. Mantan pimpinan SIS ini mengaku sudah melihat laporan yang menyatakan bahwa virus ini adalah benar buatan manusia.

Berbagai penelitian ia klaim tidak akan bisa berhasil, sebab para ilmuan salah memahami sifat sebenarnya dari virus ini.

Baca Juga: WHO Ingatkan Pandemi Virus Corona Akan Berlangsung Lama

Pendapat virus Corona buatan manusia juga diperkuat dengan tidak maunya China mengundang para ahli internasional untuk menyelidiki sumber virus Corona sebelum pandemi mereda.

Tidak heran, jika perbincangan bahwa virus ini sebagai buatan manusia sempat menggema dari para pejabat Amerika Serikat.

Dr Li Meng Yan, Ilmuwan China

Sementara itu, ada ilmuwan asal China yang mengklaim bahwa virus Corona memang buatan manusia. Ilmuwan yang tersebut adalah Dr Li Meng Yan.

Ilmuwan yang meraih gelar PhD dari Southern Medical University Guangzhou ini sudah bekerja meneliti vaksin influenza pada WHO sejak tahun 2008. Ia pun kini membuka sejumlah fakta tentang virus Corona buatan manusia.

Pada tahun 2019, Dr Li Meng Yan mulai mengetahui bahwa ada kasus wabah mirip dengan SARS di Wuhan. Hingga pada bulan Desember 2019, perempuan ini bersama dengan ilmuwan China lainnya mengetahui bahwa virus tersebut menular antar manusia.

Pada Januari 2020, Dr Li Meng Yan melaporkan temuannya itu, tapi atasannya malah memintanya untuk bungkam.

Hasil riset Dr Li Meng Yan akhirnya terbit pada jurnal medis Lancet bulan Maret 2020. Hanya saja, Li Meng Yan mengklaim bahwa risetnya sudah melalui sensor oleh pemerintah China.

Tidah heran jika banyak artikel yang menyebutkan bahwa virus Corona buatan manusia. Pengakuan dari Dr Li Meng Yan memperkuat anggapan tersebut.

Karena merasa temuannya banyak sensor dari pemerintah, ilmuwan ini memutuskan untuk kabur ke Amerika Serikat. Hanya saja, rencananya tersebut diketahui oleh suami. Suaminya ternyata ilmuwan juga pada laboratorium yang sama.

Mengetahui rencana dari Li Meng Yan, suaminya marah. Namun, hal itu tidak membuat ilmuan perempuan membatalkan kepergiaannya ke Amerika Serikat.

Baca Juga: Begini Penyebaran Virus Corona Melalui Udara dengan Mekanika Fluida

Sesampainya di Amerika, Li Meng Yan takut deportasi, hingga akhirnya mengungkap bahwa ia membawa rahasia mengenai virus corona dan meminta perlindungan.

Akhirnya, FBI pun datang dan memeriksanya beberapa waktu. Pada bulan Juli 2020, ilmuwan China ini mengungkapkan bahwa virus Corona buatan manusia yang berasal dari laboratoium Wuhan.

Bantahan Pemerintah China

Pernyataan ini tersebar ke berbagai media, mulai dari FOX News. Namun, pemerintah China membantah segala tuduhan tersebut.

Terakhir kali, Li Meng Yan mengungkapkan bahwa pasar Wuhan hanya sebagai pengalih perhatian saja. Ia mengklaim memiliki bukti bahwa virus Corona bukan berasal dari alam.

Hal itu ia sampaikan pada tanggal 11 September 2020 lalu. Hanya saja, sampai saat ini bukti tersebut masih terbuka untuk publik.

Itulah sejumlah pendapat yang menyebut virus Corona buatan manusia. Meskipun banyak berita yang menganggap bahwa virus ini merupakan buatan manusia, tapi sudah usaha untuk mencegah penularan lebih luas dari virus Corona perlu Anda lakukan. Salah satunya dengan pakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak. (Ndu/R7/HR-Online)