spot_imgspot_img
BerandaBerita TerbaruTeknologi CHCNAV APACHE 3, Bisa Bantu Cegah Banjir

Teknologi CHCNAV APACHE 3, Bisa Bantu Cegah Banjir

- Advertisement -

Teknologi CHCNAV APACHE 3 menjadi solusi untuk pencegahan banjir yang kerap terjadi di wilayah Indonesia. Teknologi berupa Unmanned Surface Vessel (USV) atau kapal tanpa awak ini menjadi terobosan baru sebelum musibah itu datang.

Biasanya, banjir penyebabnya karena adanya pendangkalan pada daerah aliran sungai (DAS) yang mana terjadi sedimentasi, seperti lumpur, sampah, pasir yang mengendap di bagian dasar.

Karena itu, ketika hujan turun sungai maupun dana tidak mampu menampung air lantaran debitnya meningkat, sehingga terjadilah banjir.

Sebagai langkah persoalan tersebut, maka pengerukan material sedimen pada daerah DAS atau danau sangat perlu.

Adapun yang menjadi permasalahan, kondisi geografis sungai maupun danau begitu luas. Maka dari itu perlu adanya pengecekan sedimentasi terlebih dahulu.

Bila menggunakan metode manual, tentu saja tidak efektif dan efisien, maka perlu adanya teknologi yang menjadi penunjangnya.

baca juga: Canon EOS C70, Kamera Sinema Mount RF Berbodi Slim

Kemampuan Teknologi CHCNAV APACHE 3 Cegah Banjir

Sebagaimana persoalan di atas, CHCNAV melaui pt. Datascrip yang menjadi distributor resmi di Indonesia, menghadirkan sebuah perangkat survei untuk mengetahui kedalaman bawah air.

Tak hanya itu, teknologi dari Apache 3 ini mampu menghitung sedimentasi di bawah air secara otomatis. Sehingga, pemetaan maupun pengukurannya lebih tepat, efektif, akurat dan efisien.

Kelebihan APACHE 3

Perangkat USV ini begitu ringkas dan mudah saat pengoperasiannya. Terlebih dalam metode surveinya dengan menggunakan kapal tanpa awak ini menjadi terobosan baru dalam bidang batimetri dan pemetaan hidrografi.

Selain itu, karena perangkat ini merupakan kapal tanpa awak, sehingga pengguna hanya cukup melakukan survei dengan remot kontrol yang memungkinkan bisa mengendalikannya dari jarak jauh.

Berdasarkan data dari pt. Datascrip, teknologi CHCNAV Apache 3 ini bisa menjangkau hingga 2 kilometer guna mengirimkan data kedalaman di bawah permukaan air.

baca juga: Canon EOS M50 Mark II, Mirrorles Jagonya Foto dan Video

Teknologi yang Disematkan

Untuk melakukan pengukuran dengan kedalaman mulai 0,15-200 meter, CHCNAV menyematkan teknologi sensor Single Echo Sounder.

Saat bekerja, sensor ini akan menangkap data yang kemudian mengirimkan serta menampilkan secara real time kinematic dengan software HydroSurvey dari CHC ini.

Bahkan, sensor yang terpasang pada kapal tanpa awak ini sudah terkoneksi dengan Global Navigation Satelite Systems (GNSS) serta sensor arah, sehingga bisa beroperasi secara otomatis  dan lancar.

Tak hanya itu, CHCNAV juga membekali sensor IMU yang memungkinkan saat melakukan survei tidak terjadi gangguan sinyal, seperti halnya USV saat melintasi jembatan, kondisi perairan yang berarus deras maupun yang tidak beraturan sekalipun.

Keberadaan 3 motor penggarak dengan kecepatan 7000 rpm membuat kecepatan laju kapal ini 5 meter per detiknya.

Kemudian, dari teknologi CHCNAV Apache 3 ini, data yang diproses dan diesktrasi melalui software guna menyiapkan model 3D sebagai referensi dasar dalam penilaian kandungan lumpur maupun tingginya sedimentasi yang akan dikeruk.

Selanjutnya, USV APACHE 3 ini juga terdapat kamera CCTV 360 derajat yang memiliki kemampuan merekam maupun melihat di sekitar area pengukuran.

Sedangkan bahan material USV ini didesain khusus dengan lapisan titanium yang memiliki kemampuan anti korosi. Bahkan, untuk baling-balingnya tertutup sebagai antisipasi terlilit suatu benda.

Marketing Manager pt. Datascrip, Danang Kurniawan, mengatakan, teknologi sensor anti-collision pada USV ini dapat memberikan perlindungan agar perangkat ini bisa terhindar dari benturan objek, khususnya yang ada di depannya.

Fitur auto return yang ada para USV ini juga semakin mempermudah pekerjaan karena kapal ini akan kembali lagi ke jalur awal secara otomatis.

“Teknologi CHCNAV APACHE 3 sangat tepat untuk memetakan maupun merencanakan DAS serta danau dalam proses normalisasi guna pencegahan banjir,” katanya. (Muhafid/R6/HR-Online)

- Advertisement -
- Advertisement -

Stay Connected

16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Must Read

- Advertisement -

Related News

- Advertisement -