Sabtu, Januari 28, 2023
BerandaBerita TerbaruLarutan Elektrolit dan Non Elektrolit, Ini Contoh dan Perbedaannya!

Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit, Ini Contoh dan Perbedaannya!

Larutan elektrolit dan non elektrolit berperan sebagai penghantar listrik. Baik larutan elektrolit maupun non elektrolit memiliki ciri khasnya sendiri. Larutan ini banyak Anda temukan di dalam bidang fisika.

Berdasarkan daya hantar listriknya, larutan dapat terbagi menjadi 2 jenis, yaitu elektrolit dan juga non elektrolit. Sebelum itu, apakah Anda sudah mengetahui apa sebenarnya definisi dari larutan?

Larutan dapat dengan mudah Anda temukan di kehidupan. Contoh dari larutan yang ada di sekitar adalah seperti campuran air dengan garam, air dengan gula, atau juga campuran air dengan urea. Nah, kali ini kita akan membahas apa sebenarnya kedua larutan ini.

Baca Juga: Energi Potensial Listrik: Pengertian, Perbedaan, dan Contohnya

Ternyata Ini Perbedaan Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit

Sebelumnya Anda sudah mengetahui contoh sederhana dari larutan yang ada di sekitar. Namun, sebenarnya apa definisi dari larutan itu sendiri?

Larutan adalah sebuah campuran homogen antara dua zat atau lebih. Kedua zat tersebut akan saling melarutkan dengan zat penyusunnya yang bisa lagi Anda bedakan secara fisik.

Pada dasarnya, terdapat dua komponen dalam larutan, yaitu zat terlarut dan zat pelarut. Ada juga beberapa larutan yang memiliki kemampuan menghantarkan listrik.

Apa Itu Larutan Elektrolit dan Contohnya?

Larutan elektrolit merupakan jenis larutan yang bisa menghantarkan atau bereaksi terhadap arus listrik. Baik elektrolit dan non elektrolit memiliki sifat yang berbeda.

Ketika Anda mengalirkan arus listrik ke dalam larutan elektrolit, maka akan muncul gejala atau reaksi. Gejala tersebut berupa menyalanya lampu pada alat uji coba atau timbulnya gelembung gas di dalam larutan.

Ciri-ciri dari larutan elektrolit ini biasanya terdapat di senyawa ionik maupun kovalen polar. Adapun larutan elektrolit terbagi menjadi dua, yaitu elektrolit kuat dan lemah.

Elektrolit kuat akan terionisasi secara sempurna sehingga molekulnya terurai menjadi ion sehingga daya hantarnya kuat. Sedangkan elektrolit lemah memiliki ionisasi yang tidak sempurna.

Ada beberapa contoh larutan elektrolit, yaitu seperti larutan ammonia, larutan HCI, larutan cuka, air aki, air kapur, dan lain sebagainya.

Baca Juga: Kuat Arus Listrik, Pengertian, Jenis, dan Karakteristiknya

Apa Saja Contohnya?

Untuk lebih paham mengenai kedua jenis larutan ini, maka Anda harus mempelajarinya.

Untuk pengertiannya sendiri, kedua larutan ini memiliki sifat yang berbeda atau bahkan bertolak belakang. Larutan non elektrolit adalah suatu larutan yang tidak dapat menghantarkan listrik.

Pada saat percobaan, larutan ini tidak akan membuat lampu alat uji menyala ataupun gelembung gas di dalam larutan. Hal itu karena memang larutan non elektronik tidak dapat menghantarkan listrik.

Itu terjadi karena di dalam larutan ini tidak ada ion-ion bebas. Zat-zat akan tetap berwujud molekul yang netral.

Dengan kata lain, tidak ada muatan di dalam larutan elektrolit ini. Sehingga aliran listrik yang diberikan ke dalam larutan tidak akan berarti apa-apa.

Ada beberapa contoh larutan non elektrolit seperti larutan urea, larutan alkohol, dan juga larutan glukosa. Ketiganya tidak dapat menghantarkan arus listrik.

Baca Juga: Perbedaan Watt dan Volt dalam Listrik dan Cara Menghitungnya

Apa Perbedaan Antara Larutan Elektrolit dan Juga Non Elektrolit?

Beberapa orang mungkin sudah menyadari perbedaan yang ada di antara kedua larutan ini setelah mengetahui pengertiannya. Pada intinya kedua larutan ini memiliki perbedaan sifat.

Elektrolit merupakan larutan yang memiliki muatan ion di dalamnya sehingga dapat menghantarkan arus listrik. Sedangkan non elektrolit bekerja dengan sebaliknya.

Larutan non elektronik tidak akan bisa menghantarkan energi listrik karena di dalamnya tidak ada zat untuk melakukan hal tersebut.

Perbedaan keduanya juga terlihat jelas ketika eksperimen berlangsung. Pada uji coba atau eksperimen, hanya larutan elektrolit yang memberikan reaksi berupa lampu menyala dan kemunculan gelembung.

Hal itu sebenarnya mengindikasikan bahwa larutan tersebut bereaksi terhadap listrik yang dialirkan kepadanya. Sedangkan di sisi lain, larutan non elektrolit bekerja dengan sebaliknya.

Larutan elektrolit tidak akan mengeluarkan reaksi apapun ketika ada aliran listrik yang masuk saat kegiatan eksperimen atau uji coba tengah berlangsung.

Setelah mengetahui perbedaannya ini, maka Anda tidak akan salah mengartikan lagi antara larutan elektrolit dan non elektrolit di kehidupan sehari-hari. (R10/HR-Online)