Sabtu, Januari 28, 2023
BerandaBerita TerbaruKisah Ainul Hayat, Mata Air Keabadian yang Dijaga Nabi Khidir

Kisah Ainul Hayat, Mata Air Keabadian yang Dijaga Nabi Khidir

Kisah Ainul Hayat sangat menarik untuk dibahas. Pasalnya, Ainul Hayat ini kisahnya termasuk di dalam kisah sejarah Islam. Telaga Ainul Hayat konon merupakan air keabadian.

Di dalam Al-Quran terdapat penjelasan mengenai keberadaan telaga Ainul Hayat. Anggapan sebagai air keabadian, sebab barangsiapa yang meminum seteguk air saja, maka hidupnya bakal abadi.

Baca juga: Masjid Qiblatain di Madinah, Saksi Perpindahan Arah Kiblat

Allah SWT akan menjamin kehidupan untuk orang yang meminum air dari Ainul Hayat ini sampai hari kiamat tiba. Kecuali jika orang tersebut memohon kepada Allah SWT agar mematikannya.

Kisah Ainul Hayat, Misteri Perjalanan untuk Menemukan Mata Air Keabadian

Di alam semesta ini ada sejumlah tempat misterius. Keberadaannya pun masih menjadi rahasia.

Walaupun ilmu sains tidak dapat menjelaskannya, akan tetapi beberapa ajaran agama mempercayai keberadaan tempat-tempat misterius tersebut. Seperti agama Islam dan Yahudi.

Sebagaimana melansir berbagai sumber, menurut sejumlah ahli tafsir ada air kehidupan yang dapat memperpanjang umur manusia. Siapapun yang meminum air ini meski hanya seteguk saja, hidupnya akan kekal.

Fountain of Youth adalah mata air keabadian. Barangsiapa yang meneguknya bakal kembali muda. Namun, keberadaan sumber mata air Fountain of Youth masih menjadi misteri.

Menurut catatan sejarah, Raja Ferdinand sangat meyakini keberadaan mata air keabadian ini. Ia menganggap apa yang tertulis di dalam kitab serta manuskrip kuno tidak mengada-ngada.

Baca juga: Kisah Fatimah Al Fihri, Pendiri Universitas Pertama di Dunia

Sehingga, ia menunjuk Ponce de Leon untuk melakukan ekspedisi guna menemukan keberadaan Fountain of Youth.

Ahli sejarah memperkirakan Ponce de Leon lahir pada tahun 1474 Masehi. Pada September 1493, ketika Christopher Columbus melakukan ekspedisi, Ponce turut terlibat di dalamnya. Pengikut ekspedisi tersebut yaitu 1200 pelaut, kolonis, serta prajurit. 

Di dalam Islam, Fountain of Youth adalah Ainul Hayat. Legenda dan kisah Ainul Hayat  tersebut mencuat usai salah satu pengawal terbaik, yaitu Raja Zulkarnain berhasil mencapai mata air ini.

Ainul Hayat dan Nabi Khidir AS

Ainul Hayat adalah si mata air keabadian yang konon dijaga oleh Nabi Khidir AS. Barangsiapa yang menjumpai Ainul Hayat akan menyesal, yang tidak menjumpainya pun bakal menyesal.

Nabi Khidir adalah salah satu dari para nabi yang kisahnya tertulis abadi di dalam kita suci umat islam atau Al Quran. Nabi Khidir AS merupakan sosok nabi yang misterius serta terkenal lantaran ilmu laduninya. 

Di dalam sejarah Islam, kisah Ainul hayat adalah mata air kehidupan yang berhubungan dengan kisah Nabi Khidir Alaihis Salam. Kisah ini sudah cukup populer di kalangan banyak ulama terdahulu, bahwasanya penyebab Nabi Khidir AS dipanjangkan usianya yaitu lantaran meneguk air Ainul Hayat.

Baca juga: Wadi Al Asilah di Makkah, Tempat Prasasti Islam Awal

Ya, mempunyai usia yang sangat panjang merupakan mukjizat Nabi Khidir AS. Sejumlah ulama serta ahli sufi meriwayatkan suatu kisah rahasia kehidupan kekal Nabi Khidir AS.

Lalu, kebanyakan kisah tersebut merujuk terhadap misteri air misterius yang jadi kunci kekalnya Nabi Khidir. Beberapa hikayat juga mengatakan sesudah Allah SWT menciptakan alam semesta, Allah menurunkan sejumlah tetesan air dari surga ke dunia ini.

Nah, salah satu tetasan dari mata air surga tersebut selanjutnya berubah jadi sang Ainul Hayat atau mata air keabadian yang sangat populer sampai detik ini. 

Pencarian Ainul Hayat dan Raja Zulkarnain

Sejumlah kisah menceritakan bahwa Allah SWT menurunkan malaikat Rifa’il terhadap Raja Iskandar Zulkarnain. Raja Zulkarnain bertanya kepada malaikat Rifa”il, “Adakah cara supaya bisa beribadah pada Allah SWT secara terus-menerus?”

Lalu, malaikat Rifa’il bercerita kepada Raja Zulkarnain tentang kisah Ainul Hayat, si mata air kehidupan abadi. Berbekal permata pemberian malaikat Rifa’il dan bersama pasukannya, maka Raja Zulkarnain mencari mata air Ainul Hayat dengan melakukan perjalanan.

Alkisah, mata air keabadian ini letaknya di tempat paling gelap di bumi serta tempat keluarnya matahari. Sayangnya, Raja Zulkarnain tak pernah meminum mata air Ainul Hayat. Namun, Nabi Khidir AS sudah meminum air tersebut dan menjaganya. 

Ketika tiba di tempat yang diberitahukan oleh malaikat Rifa”il, raja Zulkarnain memerintahkan salah satu orangnya agar masuk lebih dulu guna mencari Ainul Hayat. Nah, Nabi Khidir AS merupakan orang tersebut.

Atas wahyu dari Allah SWT, Nabi Khidir mendapat petunjuk mengenai letak Ainul Hayat. Akhirnya Nabi Khidir-lah yang meminum air tersebut.

Bersama pasukannya, Raja Zulkarnain menyusul Nabi Khidir AS. Tetapi mereka tidak mendapatkan izin untuk menemukan keberadaan mata air Ainul Hayat oleh Allah SWT. Akhirnya, hanya Nabi Khidir saja yang memperoleh kehidupan kekal.

Pada dasarnya, tidak terdapat hadits sahih dalam ajaran Islam mengenai kepergian Nabi Khidir dan Raja Zulkarnain untuk menemukan Ainul Hayat. Kisah Ainul Hayat ini juga diceritakan dalam Israiliyat. Israiliyat merupakan kisah-kisah yang sering dituturkan oleh orang-orang Yahudi yang memeluk Islam. (R10/HR-Online)