Kamis, Mei 1, 2025
BerandaBerita TerbaruSejarah Negara Pasundan, Kisah Kegagalan Subversif di Jabar

Sejarah Negara Pasundan, Kisah Kegagalan Subversif di Jabar

Sejarah Negara Pasundan berawal saat kumpulan orang Sunda yang percaya pada Belanda memilih bergabung kembali dengan Republik Indonesia Serikat (RIS). Negara Pasundan runtuh pada tahun 1950, mereka kehilangan pendukung dan mendapatkan cacian dari anggota Parlemen.

Runtuhnya Negara Pasundan menandakan kegagalan gerakan subversif yang pertama kali terjadi di Jawa Barat. Konon orang-orang Sunda di pedalaman (desa) menuduh kegagalan pendirian Negara Pasundan adalah kutukan dari leluhur Siliwangi.

Namun terlepas dari mitos itu, pemimpin Negara Pasundan bernama Soeria Kartalegawa telah mewakili sebagian rakyat Sunda saat itu yang merasa dianaktirikan oleh Republik.

Apalagi keputusan Sukarno-Hatta yang memilih gubernur pertama Jawa Barat dari orang Jawa bukan Orang Sunda. Ini menjadi masalah yang berarti bagi keturunan menak saat itu. Mereka merasa tidak dihargai sebagai pemimpin daerah.

Baca Juga: Gerakan Sunda Merdeka, Para Menak Mendirikan Negara Pasundan

Sedangkan Belanda bisa memaklumi itu. Namun mereka punya niat jahat dan hanya menipu eks-menak dengan menganggap lebih tinggi kedudukannya ketimbang kaum republiken.

Akibatnya Soeria Kartalegawa terkena tipu daya Belanda dengan memilih berpihak pada Belanda dan mendirikan negara sendiri bernama Negara Pasundan. Melalui Negara Pasundan, Belanda bercita-cita menghancurkan kesatuan kaum Republiken di Jawa Barat.

Sejarah Kegagalan Negara Pasundan Akibat Minim Pendukung

Menurut sejarawan George MC. Turnan Kahin dalam buku berjudul, “Nasionalisme dan Revolusi Indonesia” (1995), kegagalan Negara Pasundan terjadi akibat minimnya dukungan.

Soeria Kartalegawa ditinggalkan oleh para pendukung negaranya karena golongan Republiken lebih mewakili aspirasi rakyat Jawa Barat hampir keseluruhan. Menak Sunda berjuluk Ucha tersebut disinyalir jadi kaki tangan Belanda saat Agresi Militer berkecamuk.

Setelah Negara Pasundan kekurangan pendukung, Soeria Kartalegawa ditentang oleh berbagai kalangan di Parlemen. Parahnya, saking tak ingin Negara Pasundan turun tahta, Soeria Kartalegawa sampai dimarahi oleh ibunya yang pro kepada Republik Indonesia.

Melalui corong radio Ibu Soeria menasihati anaknya untuk kembali pada jalan yang benar. Jangan memihak Belanda dan tertipu oleh penjajah, Republik Indonesia adalah negara yang sah dan membela semua rakyat termasuk orang-orang Sunda.

Namun pertahanan Soeria tetap kokoh, seperti anak yang durhaka pada orang tuanya, Soeria berkoalisi dengan pensiunan tentara KNIL berpangkat Kolonel bernama Santoso. Mereka berdua berkoordinasi menghidupkan kembali Negara Pasundan namun gagal.

Hampir seluruh penduduk di Kota Kembang, Bandung menolak bergabung dengan Negara Pasundan.

Baca Juga: Paguyuban Pasundan dan Peranannya pada Masa Pergerakan Nasional

Apalagi ketika sebagian dari mereka tahu Soeria adalah pemimpin yang licik, berdalih mewakili hati rakyat tapi pada kenyataannya ingin menyelamatkan kedudukan politis nya dengan Belanda.

Dipecundangi Jenderal Belanda Van Mook

Soeria Kartalegawa tampaknya telah dipecundangi oleh Jenderal Belanda bernama Van Mook. Awalnya Van Mook menjanjikan kedudukan yang tinggi untuk Ucha apabila Negara Pasundan sukses berdiri.

Namun pada kenyataannya tidak. Ketika Negara Pasundan mempunyai banyak massa, Soeria Kartalegawa menagih janji itu pada Van Mook. Namun Jenderal Belanda ini selalu berkelit sedang sibuk membereskan sengketa wilayah dengan Republik Indonesia Serikat.

Soeria Kartalegawa pun sabar menanti. Di sela-sela penantian posisinya yang tinggi dalam pemerintahan kolonial, Soeria ditugaskan oleh Van Mook untuk mengumpulkan massa Negara Pasundan agar saling mempengaruhi anti terhadap pemerintahan Sukarno-Hatta.

Van Mook juga menyarankan agar Negara Pasundan menguasai Bandung sepenuhnya. Sebab Bandung adalah salah satu wilayah eks-Hindia Belanda yang punya banyak perkebunan. Dan saat itu Bandung adalah harapan Belanda memproduksi kembali komoditi.

Soeria pun menuruti apa kata Van Mook. Namun menjelang akhir 1949 Soeria dipecundangi kedua kali oleh Belanda. Van Mook meninggalkan begitu saja Negara Pasundan seiring dengan pengakuan Belanda atas kemerdekaan Indonesia pada tanggal 27 Desember 1949.

Kembali pada Pangkuan Republik

Semenjak Soeria Kartalegawa dikecewakan oleh Van Mook, mantan menak Sunda yang loyal itu akhirnya tersadar.

Begitupun dengan para pengikutnya dulu. Ibunya menyadarkan Soeria agar kembali pada pangkuan republik. Alhasil untuk kedua kalinya ia menuruti perintah ibunya.

Baca Juga: Pemberontakan Angkatan Perang Ratu Adil, Percobaan Kudeta yang Gagal

Menurut para pengamat sejarah, mundurnya Negara Pasundan yang dipimpin oleh Soeria Kartalegawa diakibatkan oleh berbagai hal. Namun yang paling penting dan jadi dasar kemunduran eksistensi Soeria akibat munculnya serbuan APRA (Angkatan Perang Ratu Adil) di Bandung.

Tak ingin banyak korban yang ditembak oleh pasukan APRA, para pengikut Negara Pasundan bergabung dengan tentara republik. Hingga pada tanggal 10 Februari 1950, secara resmi Republik Indonesia Serikat mengambil alih Negara Pasundan.

Sesuai kesepakatan dari suara wakil daerah sebanyak 159 orang semua sepakat jika eks-Negara Pasundan kembali ke pangkuan Republieken dan Jawa Barat termasuk wilayah Republik Indonesia Serikat (RIS). (Erik/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Balita tenggelam di Kolam Kawali Ciamis

Balita Tenggelam di Kolam, Nyawa Tak Tertolong Meski Sempat Dilarikan ke RSUD Kawali Ciamis

harapanrakyat.com,- Seorang balita berusia 16 bulan bernama Muhammad Athar Muzakky meninggal dunia setelah tenggelam di kolam yang berada di samping rumahnya. Peristiwa naas itu...
Dedi Mulyadi kirim anak nakal ke Barak Tentara di Jabar

Beneran Bukan Gimmick! Dedi Mulyadi Kirim Puluhan Anak Nakal ke Barak Tentara di Jabar

harapanrakyat.com,- Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi mulai mengirim anak nakal ke barak tentara. Program yang sempat disebutkannya beberapa waktu lalu itu benar-benar dilaksanakan...
Belasan Siswa SD di Rajapolah Tasikmalaya Diduga Keracunan MBG

Belasan Siswa SD di Rajapolah Tasikmalaya Diduga Keracunan MBG

harapanrakyat.com,- Belasan siswa Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, diduga keracunan, setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan pihak...
Direktur Taman Safari

Panas! Dedi Mulyadi Cecar Direktur Taman Safari terkait Dugaan Eksploitasi Pemain Sirkus OCI

harapanrakyat.com,- Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi turun tangan dalam kasus dugaan eksploitasi terhadap mantan pekerja Oriental Circus Indonesia (OCI) di Taman Safari Indonesia. Dedi...
Polisi Ungkap 13 Kasus Narkotika di Sumedang dalam 2 Bulan, Satu ASN Ikut Terlibat

Polisi Ungkap 13 Kasus Narkotika di Sumedang dalam 2 Bulan, Satu ASN Ikut Terlibat

harapanrakyat.com,- Satuan Reserse Narkoba Polres Sumedang, Jawa Barat, berhasil mengungkap 13 kasus narkotika dalam kurun waktu 2 bulan terakhir. Dari 13 kasus tersebut, Polres...
Disnaker Ciamis Gelar Pembekalan Dunia Kerja, Dorong Siswa Mandiri, Kolaboratif, dan Melek Digital

Disnaker Ciamis Gelar Pembekalan Dunia Kerja, Dorong Siswa Mandiri, Kolaboratif, dan Melek Digital

harapanrakyat.com,- Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, berkolaborasi dengan Madrasah Aliyah(MA) Ar-Rahman Nasol, melaksanakan kegiatan pembekalan “Persiapan Memasuki Dunia Kerja” kepada murid kelas...