harapanrakyat.com,- Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat memprediksi ada pergeseran pergerakan mudik lebaran 2026. Para pemudik diperkirakan akan memadati Jalur Selatan daripada Jalur Pantai Utara (Pantura).
Baca Juga: Pemprov Jawa Barat Kucurkan Rp6,5 Miliar untuk Kompensasi Sopir Angkot hingga Kusir Delman
Kepala Dishub Jawa Barat, Dhani Gumelar mengatakan, pergeseran pergerakan pemudik lebaran 2026 ini karena ada preferensi psikologis masyarakat. Beberapa di antaranya pengalaman mudik tahun sebelumnya dan infrastruktur baru yang bakal beroperasi secara fungsional.
“Ada pola yang berubah. Masyarakat yang tahun lalu lewat Utara mungkin merasa ingin mencoba rute Selatan. Preferensi ini yang menyebabkan pemudik yang melewati jalur Selatan kami prediksi naik,” kata Dhani, Sabtu (7/3/2026).
Dhani menilai, rencana pengoperasian secara fungsional Tol Jakarta-Cikampek (Japek) 2 Selatan menjadi daya tarik pemudik untuk mencobanya. Apalagi, pemudik asal Bogor maupun Bekasi bisa memanfaatkan Tol Japek 2 Selatan untuk menghindari kemacetan di tol eksisting.
“Mungkin pemudik sekalian ingin mencoba tol baru, meskipun statusnya masih fungsional. Warga dari Bogor atau Bekasi sekitarnya kini punya pilihan tambahan menggunakan Japek 2 untuk menuju ke arah Bandung,” jelas Dhani.
Baca Juga: Polda Jawa Barat Matangkan Simulasi Rekayasa Lalu Lintas di Tol Trans Jawa dan Jalan ArteriÂ
Menurutnya, pergeseran pemudik dari Jalur Pantura ke Jalur Selatan bukan karena kesenjangan kualitas infrastruktur. Sejauh ini, kondisi jalan di kedua jalur utama tersebut siap melayani jutaan kendaraan pemudik. “Enggak ada kesenjangan (antara infrastruktur di Jalur Pantura maupun Selatan),” tuturnya. (Reza/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)





