Baju Astronot NASA Hadir Dengan Rancangan Baru, Tahun 2024 Siap Mendarat di Bulan

Baju Astronot NASA
Baju Astronot NASA. Foto: Istimewa

Baju astronot NASA hadir dengan rancangan baru. Pakaian antariksa baru ini akan digunakan untuk menjalankan misi Artemis ke bulan.

Diketahui, NASA akan kembali mendarat di Bulan pada tahun 2024 mendatang. Dalam mengenalkan rancangan terbarunya, NASA menghadirkan dua pakaian sekaligus.

Pengenalan baju astronot baru tersebut dilakukan di kantor pusat NASA yang ada di Washington, DC. Diharapkan pakaian baru ini memudahkan astronot dalam menyelesaikan misinya.

Seperti yang diketahui, sebelumnya astronot Apollo 17 yang bernama Gene Cernan mengalami kesulitan dalam percobaan melompat seperti kelinci di Bulan karena gerak tubuhnya yang terbatas.

Dengan menghadirkan pakaian antariksa terbaru, NASA berusaha untuk menghilangkan masalah keterbatasan yang dialami tersebut.

Baju Astronot NASA Baru

Dalam memperkenalkan pakaian astronot baru, NASA menampilkan dua insinyurnya. Insinyur yang mengenakan baju astronot tersebut naik ke atas panggung sehingga semua tamu bisa melihat rancangannya secara jelas.

Chris Hansen selaku manajer di kantor desain pakaian antariksa NASA menjelaskan bahwa baju astronot baru tersebut adalah setelan pertama yang dirancangnya sekitar 40 tahun.

Chris Hansen juga menambahkan bahwa baju astronot tersebut adalah prototipe dari pakaian bertekanan. Dengan mengenakan pakaian ini, diharapkan astronot bisa menjadi ilmuwan saat menjelajah permukaan Bulan.

Baju astronot NASA ini berbekal teknologi terkini sehingga para astronot bisa melakukan mobilitas secara optimal. Mulai dari mengangkat benda hingga berjalan di medan yang memiliki gravitasi rendah.

Tak hanya itu, pakaian ini juga memudahkan para astronot dalam menekuk dan berjongkok saat berada di permukaan Bulan.

Mengenai tampilannya, pakaian baru astronot yang berwarna oranye akan digunakan selama di dalam pesawat ruang angkasa.

Kemudian untuk baju astronot yang warnanya putih akan digunakan ketika berada di permukaan Bulan. Baju antariksa yang satu ini memiliki ukuran yang lebih besar.

Desain Pakaian Antariksa Baru

Bicara soal desain, baju astronot baru mengusung desain dengan sifat portable atau bisa dibongkar pasang secara mudah selama perjalanan luar angkasa.

Berkat sifatnya tersebut, para astronot bisa menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Misalnya saja, sistem pemanas saat berada di suhu dingin atau fungsi pendukung di atmosfer dengan kandungan karbon dioksida melimpah.

Di bagian belakang pakaian juga dilengkapi dengan lubang darurat yang memungkinkan pemakainya bisa keluar lewat bagian atas baju.

Tak berhenti di situ saja, baju astronot NASA juga dirancang dengan tambahan bantalan sambungan dan bahan canggih lainnya.

Semakin canggih karena astronot juga akan dilengkapi dengan sepatu hiking bersol sehingga lebih fleksibel. Sementara untuk mikrofon di helm akan diganti dengan sistem baru yang ada di tubuh bagian atas.

Baju astronot yang diperkenalkan NASA untuk mendarat di Bulan ini juga didukung dengan helm. Sebagai sektor pelindung, helm ini juga dirancang berbeda dari helm sebelumnya.

Dalam baju astronot NASA terbarunya, helm dibekali dengan teknologi pelindung tambahan sehingga tak mudah penyok ataupun aus karena goresan abrasif dari benda luar angkasa.

Pelengkap busana astronot ini juga didukung dengan sistem quick-swap sehingga astronot bisa mengganti pelindung sebelum ataupun sesudah perjalanan ke luar angkasa.

Dengan sistem yang canggih tersebut, astronot tak perlu mengirimnya lagi ke Bumi untuk diperbaiki. Misi yang diembannya pun bisa segera dilakukan sebagaimana mestinya.

Misi Astronot di Bulan

Dengan baju astronot NASA tersebut, para astronot memiliki misi untuk melakukan perjalanan ke Bulan dengan memindai 3D seluruh bagian tubuhnya.

Para astronot nantinya diarahkan untuk melakukan berbagai gerakan dasar yang diproyeksi akan banyak dilakukan saat menempuh perjalanan luar angkasa.

Mengenai resiko iritasi kulit, NASA memanfaatkan model animasi 3D yang lengkap dalam mencocokkan astronot dengan komponen baju antariksa modularnya.

Diketahui bahwa baju astronot tersebut memiliki tingkat kenyamanan dan keleluasaan gerak tubuh yang baik bagi astronot.

Perlu untuk anda ketahui, pemerintahan Trump mengarahkan NASA untuk segera melakukan pendaratan manusia di Bulan.

Arahan tersebut dilakukan untuk mempercepat tujuan dalam menjelajahi permukaan Bulan sebagai tempat persiapan misi akhirnya ke planet Mars.

Dengan mengenakan baju astronot NASA baru, misi ini akan dijalankan pada paruh terakhir tahun 2024 dengan posisi pendaratan di dekat kutub selatan bulan. (R10/HR-Online)

Loading...