Gabi AOT Dibenci Fans Attack On Titan, Ternyata Ini Alasannya

Gabi AOT Dibenci Fans Anime Attack On Titan
Karakter Gabi AOT yang dibenci fans Attack On Titan. Foto: Ist/Net

Gabi AOT menjadi salah satu karakter yang dibenci fans anime Attack on Titan. Kemunculan pertamanya di Season 4 juga sudah menjadi pergunjingan banyak penggemar. Padahal ia masih terbilang anak-anak.

Sebagai orang Eldia, Gabi tinggal di daerah Marley. Usianya baru 12 tahun dan lahir pada tanggal 14 April. Gabi adalah sepupu dari Reiner sang pemilik Armored Titan.

Sebenarnya Gabi adalah seorang anak yang sangat tangguh. Terbukti ia selalu lebih unggul dalam kekuatan fisik meski dengan lelaki sebayanya. Ia juga sangat berjasa di masa perang kala menghancurkan rel kereta api musuh dengan bom.

Sosoknya yang barbar dan penuh semangat ini seharusnya menjadikan Gabi sosok yang banyak penggemar. Namun, ada beberapa alasan mengapa banyak fans yang malah membencinya.

Alasan Gabi AOT Dibenci Fans

Anak kecil yang ikut perang dan cukup berjasa ini dibenci para fans Attack on Titan. Di media Twitter sendiri banyak yang membully karakter ini. Ada yang bilang nggak ada akhlak, nggak tahu malu dan lainnya.

Baca Juga: 9 Titan Terkuat di Anime Attack On Titan S4, Bagaimana Kekuatannya?

Kira-kira apa saja yang membuat para fans membenci gadis kecil 12 tahun tersebut? Inilah beberapa alasan yang terangkum:

Eren versi Wanita

Pertama adalah wajahnya mirip seperti Eren Jaeger versi wanita. Salah satu hal yang membuat fans kesal adalah wajahnya yang mirip dengan Eren.

Eren yang notabene adalah pemeran utama justru dibuat menjadi seorang bocah wanita kecil. Hal inilah yang membuat kehadirannya di awal pun dibenci,

Bahkan banyak yang mengira Gabi AOT adalah Eren ketika trailer Attack On Titan rilis. Namun, ya Gabi dan Eren adalah sosok yang berbeda.

Tak Bisa Berterima Kasih

Sosok Gabi juga bisa dibilang tak tahu terima kasih. Hal ini terlihat dari Attack On Titan S4 Episode 11 kemarin. Gabi yang kabur dari penjara ditolong oleh keluarga yang sangat ramah di pulau Paradise.

Gabi yang ditolong oleh Kaya yang merupakan orang Paradise justru ingin membunuhnya. Padahal ia diberi makanan, dilindungi dan juga diberi tempat tinggal oleh mereka.

Gabi AOT yang otaknya penuh dengan rasa benci malah berkata yang aneh-aneh. Padahal Gabi sendiri merupakan orang Eldia. Sungguh tidak sadar diri banget dia.

Ada juga scene dimana dirinya digigit oleh kuda. Hal ini jadi bahan lelucon bagi para penggemar AOT. Ia dibilang kena karma karena digigit oleh kudanya Sasha.

Tak Bisa Membaca Situasi

Gabi AOT juga dibenci karena tidak bisa membaca situasi. Otaknya hanya dipenuhi oleh membunuh saja. Dia tak sadar bahwa sedang berada di kawasan Paradise bukan Marley.

Masih di episode 11, kala Falco dan Gabi yang ditolong Kaya. Falco memiliki otak yang dingin, dimana ia berusaha membaur bahkan memberikan nama lain bagi mereka.

Falco dengan sigap mengganti nama mereka menjadi Ben dan Mia. Sedangkan, Gabi malah menatap dengan ketakutan dan rasa ingin membunuh.

Anak usia 12 tahun yang memiliki kebencian yang luar biasa. Hal ini juga menyebabkan para penggemar malah membencinya daripada mengaguminya.

Namun pemikiran Gabi ini karena propaganda perang yang diajarkan Marley padanya. Jadi jangan terlalu membenci gadis 12 tahun ini.

Pembunuh Sasha Blouse (Braus)

Kebencian penggemar juga hadir kala Gabi AOT membunuh si gadis kentang Sasha Blouse atau Braus. Karena ada dua versi penggemar menyebutkan nama panjangnya. Ada yang Blouse dan juga Braus.

Baca Juga: Anime Kuroko No Basket Season 1, Sinopsis dan Momen Epik Kuroko

Memang wajar jika terjadi kematian di dalam perang. Namun yang jadi korban adalah penghibur tim sayap kebebasan. Banyak kenangan yang indah dengan Sasha.

Ia adalah orang yang konyol dan sangat suka makan. Bahkan ketika awal masuk menjadi prajurit, dia malah makan di depan komandan. Aksi nekatnya ini jadi ikonik juga di Anime Attack on Titan.

Ketika penyerangan ke Marley, Sasha ditembak oleh Gabi yang masuk ke dalam kapal perang. Hal ini membuat semua penggemar langsung membenci gadis 12 tahun itu.

Salah satu alasan kematian karakter anime sangat sedih adalah kita tak bisa melihatnya lagi. Bahkan di anime apapun tidak akan ada sosok yang sama.

Berbeda dengan film, dimana jika karakter A mati, kita masih bisa melihat aksi si A di film lainnya. Maka wajar saja, jika kematian di Anime seperti Jiraiya dan Neji di Naruto serta Sasha di Attack On Titan terkesan lebay.

Karena mereka tak bisa melihat karakter itu kembali bermain di manapun. Itu adalah hari terakhir para penggemar melihatnya.

Sosok Gabi AOT yang cukup dibenci ini tak sepenuhnya salah dirinya. Kesalahannya adalah dari pola didik Marley. Bagaimana mereka mendidik anak-anak demi memenangkan perang dan menanamkan kebencian terhadap nenek buyut mereka sendiri. (R7/HR-Online)

Editor: Ndu